Tampilkan postingan dengan label EFI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EFI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Juli 2017

Tips Cara Mudah Troubelshoot Atau Diagnosis Motor EFI Atau Injeksi

Tips cara mudah troubelshoot atau diagnosis motor EFI atau injeksi  - Motor EFI memiliki cara kerja yang kompleks dimana pengaturan jumlah bahan bakarnya dilakukan oleh komputer. Motor EFI tidak sama dengan motor karburator pada umumnya, oleh karena itu perawatan yang harus dilakukan mesin EFI pun berbeda dengan mesin konvensional yang menggunakan karburator. Terkait teori cara kerja mesin EFI, Guru Otomotif telah membahasnya pada artikel cara kerja mesin EFI sepeda motor. Dan kali ini Guru Otomotif akan membahas tips cara mudah trobelshoot motor EFI yang dapat sobat lakukan sendiri di rumah. Karena jumlah pemilik kendaraan EFI saat ini  semakin bertambah seiring banyaknya pabrikan sepeda motor yang mengeluarkan produk sepeda motor berteknologi injeksi ini. Maka dari itu penting untuk mengetahui dasar-dasar dalam mendiagnosis atau troubelshoot mesin EFI agar ketika sepeda motor EFI yang kita gunakan terjadi kerusakan, kita dapat melakukan langkah-langkah perbaikan atau minimal pertolongan pertama sebelum kendaraan dibawa ke bengkel. Berikut ini langah-langkah prosedur pendiagnosisan motor EFI.

Letakkan Sepeda Motor Pada Standar Utama. Kemudian putar kunci kontak pada posisi ON, maka malfunction Indikator Lamp (MIL) akan berkedip. Malfunction Indicator Lamp (MIL) atau lampu indikator kerusakan ini akan berkedip ketika kunci kontak di ON kan atau pada putaran mesin di bawah 2000 rpm. Dan pada kondisi yang lain, MIL akan hidup atau tetap menyala. Jika MIL berkedip maka catatlah berapa kedipan dari lampu indikator tersebut untuk selanjutnya akan dicari penyebabnya. 


Sedangkan jika MIL tidak menyala atau tidak berkedip, maka sistem EFI dalam kondisi normal. Dan untuk membaca memori EFI untuk menganalisis data kerusakan, maka lakukanlah langkah-langkah berikut ini:
Untuk membaca data kerusakan EFI yang telah disimpan, maka putarlah kunci kontak pada posisi OFF.
Lepaskan kover utama sepeda motor bagian depan.
Lepas penutup konektor dari data link connector (DLC) atau sambungan data konektor seperti pada gambar berikut ini:

Lalu hubungkan spesial tools ke data link conector tersebut. Lihat gambar berikut ini:

Putar kunci kontak pada posisi ON.
Sampai di sini, jika ECM tidak menyimpan data memori pendiagnosa sendiri, maka MIL akan menyala atau berkedip terus pada saat kunci kontak diputar ke posisi ON.
Kemudian catat berapa kali lampu indikator MIL berkedip dan tentukan penyebab kerusakan tersebut.

Pada sistem EFI, MIL menunjukkan kode-kode kerusakan pada mesin EFI sepeda motor. jumlah kedipannya adalah antara 0 sampai dengan 54. Ada dua jenis kedipan pada MIL tersebut yaitu kedipan pendek yaitu 0,3 detik dan kedipan panjang 1,3 detik. Jika terjadi satu kali kedipan panjang, dan ada dua kali kedipan pendek, maka arti kode tersebut adalah 12. Karena satu kedipan panjang setara dengan 10, sedangkan kedipan pendek adalah 1.
Sedangkan untuk contoh kerusakan-kerusakan pada diagnosis atau troubelshooting sepeda motor EFI dapat sobat lihat pada artikel tentang contoh kerusakan pada sepeda motor EFI dan penyebabnya. Dengan mengetahui cara troubelshooting mesin EFI sepeda motor ini diharapkan kita dapat melakukan perbaikan sendiri sepeda motor EFI. Demikianlah artikel tentang tips cara mudah troubelshoot atau diagnosis motor EFI atau injeksi, semoga bermanfaat dan silahkan dishare. 

Minggu, 04 Juni 2017

Fungsi dan Cara Kerja Manifold Absolut Pressure (MAP) Sensor

Fungsi dan cara kerja manifold absolut pressure (MAP) sensor – Pada mesin EFI ada tiga komponen utama yang saling berkaitan agar dihasilkan pembakaran yang optimal pada semua kondisi kerja mesin. Ketiga komponen tersebut adalah sensor, komputer, dan aktuator. Sensor bertugas untuk mendeteksi kondisi-kondisi mesin yang dibutuhkan oleh kumputer, lalu mengirimkan informasi kondisi tersebut kepada komputer. Komputer (ECU) berfungsi untuk mengolah informasi-informasi dari sensor lalu mengontrol penginjeksian dengan cara memberi perintah kepada aktuator agar bahan bakar di injeksikan dalam jumlah dan waktu yang tepat sesuai kerja mesin. Aktuator melaksanakan perintah komputer atau ECU. Ketiga komponen utama tersebut terdiri dari berbagai komponen, misalnya sensor. Sensor pada kendaraan EFI ada banyak, diantaranya MAP (manifold absolut pressure) Sensor, IATS (intake air temperatur sensor), oksigen sensor, dan lain sebagainya. Pada artikel ini Guru Otomotif akan membahas fungsi dan cara kerja salah satu sensor pada mesin EFI yaitu MAP Sensor.

Fungsi Manifold Absolut Pressure (MAP Sensor)
Manifold Absolut Pressure sensor atau sensor tekanan manifold yang dipakai pada mesin EFI tipe D berfungsi untuk mendeteksi tekanan pada intake manifold. MAP sensor adalah sensor yang paling penting pada mesin EFI tipe D. Melalui IC yang ada di dalam sensor ini, sensor tekanan manifold akan mendeteksi tekanan sebagai sinyal PIM. Kemudian ECU akan menentukan lamanya penginjeksian atau lamanya penyemprotan dan sudut pengajuan pengapian dasar berdasarkan sinyal PIM ini. Konstruksi dari MAP sensor dapat sobat lihat pada gambar berikut ini:


Cara Kerja Manifold Absolut Pressure (MAP Sensor)
Silikon chip digabung dengan vacuum chamber yang dipasang di dalam MAP sensor. Pada satu sisi chip dihadapkan dengan tekanan intake manifold dan sisi lainnya dihubungkan dengan vacuum chamber. Maka ketika ada perubahan tekanan pada intake manifold akan menyebabkan bentuk silicon chip berubah, dan niai tahanan chip dari fluktuasi chip akan sesuai dengan tingkat perubahan. Fluktuasi ini dalam nilai tahanan kemudian dirubah menjadi sinyal tegangan oleh IC yang terletak di dalam MAP sensor. Sinyal tegangan tersebut kemudian dikirim dari terminal PIM ke ECU sebagai sinyal tekanan pada intake manifold. Termnal VC engine juga akan mensuplai tegangan konstan yakni 5 volt sebagai sumber daya untuk IC.

Grafik tekanan dan output tegangan pada intak manifold dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Dan rangkaian kelistrikan manifold absolute pressure atau MAP Sensor dapat sobat Guru Otomotif lihat pada gambar berikut ini:


Demikianlah artikel tentang fungsi dan cara kerja manifold absolut pressure (map) sensor, semoga bermanfaat dan mudah dipahami. Jika ada tambahan atau koreksi silahkan disampaikan melalui kolom komentar di bawah ini.

Rabu, 07 Desember 2016

Fungsi dan Cara Kerja Air Flow Meter (IATS) Tipe Vane

Fungsi dan cara kerja air flow meter tipe vane – Pada kendaraan yang telah menggunakan mesin EFI terdapat komponen yang bernama Air Flow Meter atau yang juga dikenal dengan IATS (Intake Air Temperatur Sensor). Aiv flow meter atau IATS merupakan salah satu sensor pada mesin yang sudah menggunakan EFI. Selain air flow meter masih terdapat sensor yang lain pada mesin EFI seperti Manifold Absolute Pressure (MAP) sensor, Water Temperature Sensor (WTS), dan lain-lain. Air flow meter berfungsi untukmendeteksi volume udara yang masuk. Sedangkan sinyal pada air flow meter ini berfungsi untu menghitung lamanya injeksi yang diberikan dan sudut pengajuan pengapian dasar.

Air flow meter ada dua tipe yaitu tipe vane dan tipe optical kaman vortex. Pada artikel ini Guru Otomotif akan membahas fungsi dan cara kerja air flow meter tipe vane. Air flow meter tipe vane terdiri dari beberapa komponen berikut ini:

Cara Kerja Air Flow Meter (Intake Air Temperatur Sensor)
Jika udara dari saringan udara masuk melalui air flow meter, maka measuring plate akan terbuka hingga gaya yang menekan measuring plat seimbang dengan gaya pegas pembalik.
Potensiometer yang dipasang pada satu poros dengan measuring plate berfungsi untuk merubah volume udara yang masuk menjadi sinyal tegangan yang dikirim ke ECU. Damping chamber dan compensation plate bekerja supaya measuring plate tidak bergetar ketika volume udara yang masuk mengalami perubahan secara mendadak.

Sekrup Penyetel Capuran Idle
Idle mixture adjusting screw (sekrup penyetel campuran idle) terletak pada saluran by-pass. Sekerup ini digunakan untuk menyetel volume udara yang masuk yang tidak melewati measuring plate, dan sekrup ini digunakan untuk menyetel campuran idle. Namun pada mesin tertentu yang dilengkapi dengan air flow meter yang diseal dengan sumbat alumunium maka sekrup penyetel campuran idle nya tidak dapat disetel.

Ada dua jens atau tipe air flow meter model vane ini yaitu tipe 1 dan tipe 2. Perbedaan keduanya terletak pada sirkuit kelistrikannnya. Pada tipe 1 tegangan VS akan turun jika volume udara yang masuk bertambah. Sedangkan pada tipe 2 tegangan VS akan naik jika volume udara masuk bertambah.

Tipe 1
Pada ECU terdapat suatu rangkaian tegangan tetap yang mensuplai tegangan konstan 5 volt ke terminal VC air flow meter. Kemudian tegangan output pada terminal VS selalu menunjukkan sudut pembukaan measuring plate yang tetap, sehingga penunjukkan volume udara yang masuk menjadi tepat.

Tipe 2
Sedangkan pada tipe 2 ini, air flow meter mendapat suplai tegangan baterai dari terminal VB. Air flow meter tipe ini tidak memiliki tegangan konstan (5 volt) yang disuplai dari ECU sebagaimana pada tipe 1, sehingga tegangan yang ditentukan oleh perbandingan tahanan resistor diantara VB dan VC dan juga diantara VC dan E2 menjadi input untuk engine ECU melalui terminal VC. Hal ini berakibat walaupun ketika tegangan VS dipengaruhi oleh perubahan tegangan baterai, namun ECU dapat mendeteksi volume udara yang masuk dngan tepat melalui rumus: (VB - E2) / (VC – VS).

Demikianlah artikel tentagng fungsi dan cara kerja air flow meter (iats) tipe vane, semoga bermanfaat dan dapat dipahami.

Jumat, 02 Desember 2016

Jenis-Jenis Sirkuit Power Pada Mesin EFI

Jenis-jenis sirkuit power pada mesin EFI – Sirkui power adalah suatu rangkaian yang berfungsi untuk mensuplai arus listrik ke ECU (Electronic Control Unit) pada kendaraan atau mesin EFI. Komponen sirkui power EFI adalah sumber tegangan atau baterai, kunci kontak, dan relay utama EFI. Di dalam penggunaannya sirkuit power ada dua jenis yaitu jenis sirkuit power yang arusnya mengalir langsung dari kunci kontak ke relay utama koil EFI untuk mengoperasikan relay utama EFI (tipe ini disebut juga sirkuit power tanpa ISC). Sedangkan tipe kedua adalah sirkuit power dimana ECU mengoperasikan secara langsung relay utama EFI (jenis ini disebut juga sirkuit power dengan ISC valve tipe motor stepper). Kedua jenis sirkuit power tadi akan Guru Otomotif bahas dalam artikel ini dengan rangkaian atau sirkuit kelistrikannya.

Sirkuit Power Tipe Tanpa ISC Valve
Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, sirkuit power tipe tanpa ISC valve ini adalah tipe yang kunci kontaknya dapat secara langsung mengoperasikan relay utama EFI. Jika kunci kontak di ON-kan, maka arus listrik akan mengalir ke koil relay utama EFI dan menyebabkan titik kontak menutup. Kemudian arus listrik disuplai ke terminal +B dan ke +B1 engine ECU. Terminal BATT engine ECU selalu mendapat tegangan dari baterai agar kode diagnosa dan data lain pada memori tidak terhapus jika kunci kontak di OFF-kan. Ada dua jenis sirkuit pada tipe tanpa stepper atau tipe ISC valve ini dan tergantung model kendaraannnya. Berikut ini adalah rangkaian sirkuit power tipe tanpa ISC valve atau tipe tanpa stepper mesin EFI.


Sirkuit Power Tipe ISC Valve
Sirkuit power dengan ISC valve adalah tipe dimana relay utama EFI dioperasikan dari engine ECU. Pada mesin kendaraan dengan stepper motor tipe ISC valve ini, kontrol pengetesan awalnya dilakukan saat kunci kontak OFF. Dan oleh karena itu arus listrik akan dialirkan ke ECU 2 detik setelah kunci kontak di OFF kan. Jika kunci kontak ON maka tegangan baterai akan diteruskan ke terminal IGSW pada ECU, dan sirkuit kontrol relay utama EFI di dalam ECU akan mengirim sinyal ke terminal M-REL pada ECU, sehingga relay utama EFI menjadi ON. Sinyal ini akan menyebabkan arus listrik mengalir ke koil, sehingga titik kontak relay akan menutup dan arus listrik akan mengalir ke terminal +B dan +B1 engine ECU.

Tegangan baterai juga selalu berhubungan dengan terminal BATT ECU, hal ini sama dengan sirkuit power tanpa ISC valve pada model pertama, dan tujuannya adalah agar kode diagnosa dan data lain yang ada di dalam memori tidak terhapus ketika kunci kontak di OFF kan. Berikut ini adalah sirkuit kelistrikan dari sirkuit power dengan ISC valve.

Demikianlah artikel tentang jenis-jenis sirkuit power pada mesin EFI, semoga bermanfaat dan dapat dipahami. Jika ada tambahan atau koreksi silahkan disampaikan melalui kolom komentar di bawah ini. Terimakasih

Macam-Macam Sistem Kontrol Pada TCCS (Toyota Computer Controlled System)

Macam-Macam Sistem Kontrol Pada TCCS (Toyota Computer Controlled System) – Sistem EFI saat ini semakin canggih dimana pengontrolan komponen atau sistem pada kendaraan dilakukan menggunakan komputer. Pada artikel sebelumnya Guru Otomotif telah menjelaskan artikel tentang pengertian TCCS dan bagaimana sejarah TCCS. Di artikel ini Guru Otomotif akan melanjutkan membahas macam-macam sistem kontrol pada TCCS. Ada lima sistem kontrol pada TCSS yang akan Guru Otomotif bahas pada artikel ini, yaitu EFI (Electronic Control Unit), ESA (Electronic Spark Advance), ISC (Idle Speed Control), Fungsi Diagnosa, Fungsi Fail-Safe, dan fungsi back-up. Berikut ini penjelasan masing-masing dari lima kontrol tersebut.

EFI (Electronic Fuel Injection)
EFI adalah sistem injeksi bahan bakar, dimana pompa bahan bakar listrik mensuplai bahan bakar secukupnya sesuai dengan kebutuhan kendaraan, kepada injektor-injektor dengan tekanan yang konstan. Injektor-injektor tersebut menyemprotkan bahan bakar ke dalam intake manifold sesuai dengan sinyal dari ECU (Electronic Control Unit). Kemudian ECU akan menerima sinyal dari berbagai sensor yang menunjukkan kondisi perubahan kerja dari mesin, macam-macam sensor yang ada pada engine EFI misalnya:  manifold absolute pressure (MAP) sensor, crankshaft angle sensor, engine speed sensor, coolant temperatur sensor, intake air temperature sensor, dan lain-lain.
Sinyal-sinyal dari berbagai sensor tersebut digunakan oleh ECU untuk menentukan lamanya penginjeksian (yang berarti banyaknya bahan bakar yang diinjeksi) berdasarkan kondisi kerja mesin atau kendaraan.

ESA (Electronic Spark Advance)
ECU telah di progam dengan data yang dapat mengatur saat pengapian yang optimal  pada semua kondisi kerja mesin atau kendaraan. Kemudian berdasarkan data tersebut dan juga data dari sensor-sensor yang memonitor kondisi kerja mesin, ECU mengirimkan sinyal IGT (ignition timing) ke igniter agar membangkitkan loncatan bunga api pada celah busi pada waktu yang sangat tepat.

ISC (Idle Speed Control)
ECU juga diprogam dengan mengontrol tingkat kecepatan mesin dan kondisi kerja mesin. Sensor-sensor akan mengirimkan sinyal kepada ECU melalui katup ISC, kemudian ECU akan mengontrol jumlah aliran udara yang melalui by pass throttle valve dan menyetel putaran idle sesuai dengan kondisi mesin atau kendaraan tersebut.

Fungsi Diagnosa
Mesin ECU akan secara kontinyu mengontrol sinyal-sinyal yang masuk dari berbagai sensor yang ada pada mesin dan lainnya. Jika ada sinyal yang tidak normal atau tidak berfungsi, maka ECU akan menyimpan datanya di dalam memori. Jika dibutuhkan maka ECU akan menampilkan sensor yang tidak berfungsi tadi dengan sinyal tegangan yang dapat menghidupkan lampu indikator (check engine).

Fungsi Fail-Safe
Jika sinyal masukan dari berbagai sensor yang dikirim ke ECU ternyata normal, maka untuk mengontrol mesin, ECU akan menghubungkan ke nilai standar yang sudah ada di memori. Dan ini akan memungkinkan untuk mengontrol mesin agar kendaraan dapat bekerja secara normal.

Fungsi Back Up
Jika ECU rusak sebagian, maka fungsi back-up akan meneruskan mengontrol penginjeksian bahan bakar dan saat pengapian sesuai standarnya. Dan ini akan memungkinkan untuk tetap mengontrol kendaraan agar tetap bekerja secara normal.

Sistem Kontrol Lain
Selain kelima sistem kontrol di atas, masih ada sistem kontrol yang lain seperti sistem kontrol udara masuk, dan beberapa sistem tambahan lain yang dikontrol oleh ECU.

Rabu, 30 November 2016

Pengertian dan Sejarah TCCS (Toyota Computer Controlled System)

Pengertian dan sejarah tccs (toyota computer controlled system) – Pernahkah sobat Guru Otomotif mendengar istilah TCCS? Barangkali jarang yang mengetahui istilah TCCS. TCSS adalah singkatan dari Toyota Computer Controlled System. Pengertian TCCS adalah sebuah nama yang digunakan untuk suatu sistem yang memakai kontrol presisi tinggi yang luas cakupannya. Sistem TCCS ini dapat mengontrol kerja mesin melalui ECU (Electronic Control Unit) yang di dalamnya terdapat micro controller. Selain dapat mengontrol mesin, sistem TCCS juga mengontrol sistem pemindah daya, sistem rem, dan sistem lainnya yang ada pada mobil.

Sebelumnya sistem TCCS ini hanya digunakan hanya untuk sistem kontrol mesin untuk EFI, ESA (Electronic Spark Advance), ISC (Idle Speed Control) , diagnosa, dan lainnya. Namun sekarang sistem kontrol yang memakai ECU lain juga dikembangkan dan digunakan untuk mengontrol sistem lain yang ada pada mesin. Dengan demikian maka istilah sistem TCCS adalah sistem kontrol yang lebih luas cakupannya dan menggunakan sistem kontrol yang dikontrol oleh beberapa ECU (tidak hanya satu ECU saja). Kenapa menggunakan beberapa ECU? Karena untuk menjamin kemampuan kendaraan pada semua kondisi baik pada saat jalan, membelok, berhenti, menanjak, dan lainnya.


ECU pada sistem TCCS ada lebih dari satu, misalnya ECU ECT adalah ECU yang mengontrol ECT. Sedangkan ABS ECU adalah ECU yang mengontrol sistem rem ABS. Adapun ECU yang lain dapat sobat Guru Otomotif lihat pada artikel berikut ini:

Sejarah Sistem Kontrol TCCS
ECU yang dipakai untuk sistem EFI konvensional pada kendaraan model ekspor dari tahun 1979 adalah tipe sirkuit analog yang mengontrol volume injeksi berdasarkan lamanya waktu yang diperlukan untuk kapasitor diisikan dan dikeluarkan (discharge). Dan pada awal tahun 1981 sudah ditambahkan dengan micro computer-controller type. Pada saat itu telah dimulai sistem kontrol mesin (engine control system) yang menggunakan TCCS.

Namun saat ini, sistem kontrol TCCS tidak hanya menggunakan EFI saja (lihat gambar di atas), namun juga menggunakan ESA yang mengontrol saat pengapian, ISC untuk mengontrol putaran idle, dan sistem-sistem lain yang lebih maju lagi misalnya diagnostik, fail safe, dan fungsi back-up. Fungsi diagnostik berfungsi untuk melakukan perbaikan, fungsi fail safe dan back-up bekerja jika pada sistem-sistem tersebut mengalami gangguan. Selain itu pada mesin juga terdapat alat kontrol tambahan seperti sistem kontrol ECT, sistem kontrol udara masuk, dan lainnya. Semua sistem kontrol tersebut diatur oleh engine ECU.

Kamis, 17 November 2016

Cara Mereset Hasil Diagnosis Pada Sepeda Motor EFI

Cara Mereset Hasil Diagnosis Pada Sepeda Motor EFI - Sepeda motor EFI menggunakan sistem injeksi dalam suplai bahan bakarnya, sebagaimana pada mesin mobil yang telah menggunakan sistem EFI. Hanya saja, komponen sensor pada mobil EFI pada umumnya lebih lengkap dari pada komponen sensor pada mesin EFI sepeda motor. Namun untuk prinsip kerjanya hampir sama, dan ketika mesin EFI terdapat kerusakan pun, cara mendiagnosisnya hampir sama, silahkan baca artikel tentang cara troubelshoot atau diagnosis mesin EFI sepeda motor. Setelah sobat mengetahui bagaimana cara mendiagnosis mesin EFI pada sepeda motor, maka sobat juga harus tahu bagaimana cara mereset hasil diagnosis mesin sepeda motor EFI tersebut. Karena dengan mereset hasil diagnosis mesin EFI, maka ECU (Electronic Control Unit) tidak akan lagi menyimpan data kerusakan EFI pada ECU yang dapat mempengaruhi kerja mesin EFI kembali. Kali ini Guru Otomotif akan membahas bagaimana caranya mereset hasul diagnosis mesin EFI sepeda motor.

Dan perlu diketahui, bahwa data memori hasil pendiagnosisan yang sobat lakukan sendiri tidak akan terhapus ketika kabel negatif baterai dilepaskan, hal ini sebagaimana anggapan bahwa untuk mereset hasil diagnosisi mesin EFI cukup dengan melepas kabel negatif baterai saja. Namun cara tersebut sebetulnya tidak menghapus data memori pendiagnosisan mesin EFI sepeda mtor. Lalu bagaimana cara mereset agar data-data pendiagnosisan mesin EFI sepeda motor benar-benar terhapus? Caranya adalah sebagai berikut:

Putarlah kunci kontak ke posisi OFF atau mati.
Lepaskan cover utama bagian depan.
Lepaskan penutup konektor dari data link connector (DLC).
Lalu hubungkan special tool (yakni konektor DLC) ke data link connector.
Kemudian putar kunci kontak ke posisi ON.
Setelah itu lepaskan konektor DLC dari data link connector seperti pada gambar berikut ini:


Hubungkan konektor DLC ke data link connector lagi sementara itu Malfunction Indicator Lamp (MIL) atau lampu indikator akan menyala selama kurang lebih 5 detik dengan pola penerimaan reset seperti pada gambar di atas.
Data memori pendiagnosisan dengan sendirinya akan terhapus, jika MIL atau lampu indikator mati dan mulai berkedip. Ini menandakan bahwa prosedur mereset data telah berhasil. Bentuk dari pola mereset yang berhasil adalah sebagai berikut:

Data link konektor harus disambungkan atau dihubungkan dengan singkat sementara MIL hidup. Dan jika konektor DLC tidak tersambung dalam waktu 5 detik, maka MIL akan mati dan hidup lagi dengan pola kegagalan seperti pada gambar berikut ini:

Langkah terakhir yaitu matikan kunci kontak dan coba lagi mulai dari langkah 4. Dan perlu diperhatikan bahwa data memori pendiagnosaan sendiri ini tidak akan terhapus jika kunci kontak dimatikan sebelum lampu indikator MIL mulai berkedip.
Demikianlah cara mereset hasil diagnosis pada sepeda motor EFI. Semoga bermanfaat dan mudah dipaham, jika ada kekurangan atau koreksi mohon disampaikan melalui kolom komentar di bawah ini.

Contoh Kerusakan Pada Mesin EFI Sepeda Motor dan Penyebabnya

Contoh kerusakan pada mesin EFI sepeda motor dan penyebabnya – Saat ini pasaran otomotif di banjiri produk sepeda motor injeksi, di sisi teknologi maka ini adalah kemajuan, dan dari sisi lingkungan maka hadirnya berbagai macam sepeda motor injeksi ini dapat mengurangi emisi gas buang di udara kita, karena emisi gas buang pada sepeda motor lebih rendah dari pada sepeda motor konvensional. Namun di sisi lain karena sepeda motor EFI juga memiliki teknologi tinggi yang dikontrol komputer, maka tidak semua orang dapat memperbaiki mesin EFI jika sepeda motor EFI tersebut mengalami kerusakan. Maka dari itu Guru Otomotif akan membagikan ilmu gratis kepada sobat berkaitan dengan contoh kerusakan pada mesin EFI sepeda motor dan penyebabnya, ini disebut juga dengan troubelshoot mesin EFI sepeda mtor. Dan berikut ini beberapa contoh kerusakan pada mesin EFI sepeda motor serta penyebabnya:

  • Jika pada ECU menyimpan beberapa kode kerusakan, maka MIL akan menunjukkan kode kegagalan secara urut mulai dari terendah sampai dengan tertinggi. Misalnya terjadi kegagalan pada fungsi rangkaian MAP sensor, maka MIL akan berkedip 1 kali. Penyebab kegagalan di rangkaian MAP sensor diantaranya kontak yang longgar atau lemah pada sensor unit, kemudian terjadi rangkaian terbuka atau hubungan pendek pada kabel MAP sensor, ataupun MAP sensor tidak bekerja dengan baik.
  • Jika terjadi kerusakan pada fungsi rangkaian suplay daya atau massa sensor unit (sensor unit adalah gabungan antara Throttle Position Sensor, Manifold Absolut Pressure, dan Intake Air Temperatur Sensor)  maka MIL akan berkedip 1, 8, dan 9 kali. Penyebab dari kegagalan massa sensor unit diantaranya: kontak yang longgar atau lemah di sensor unit, terjadi rangkaian terbuka atau hubungan pendek pada kabel massa sensor unit, sensor unit tidak bekerja dengan baik.
  • Jika terjadi kerusakan pada rangkaian EOT (Engine Oil Temperatur) sensor, maka MIL akan berkedip sebanyak 7 kali. Penyebab dari kerusakan rangkaian EOT diantaranya: kontak yang longgar atau lemah pada EOT, terjadi rangkaian terbuka atau hubungan singkat di kabel EOT, EOT tidak bekerja dengan baik.
  • Jika terjadi kerusakan pada rangkaian bank angle sensor, maka lampu indikator akan berkedip selama 54 kali. Penyebab dari kerusakan bank angle sensor diantaranya: kontak yang longgar pada bank angle sensor, adanya rangkaian terbuka atau konslet pada kabel bank angle sensor, maupun bank angle sensor yang sudah tidak dapat bekerja dengan baik.
  • Jika terjadi kerusakan di fungsi pada ECU, maka MIL akan berkedip selama 33 kali. Penyebab dari kerusakan pada ECU ini diantaranya karena ECU sudah tidak bekerja dengan baik.
  • Jika terjadi kerusakan pada data link konektor atau rangkaian MIL itu sendiri, maka MIL akan menyala terus menerus. Penyebab dari kerusakan pada data link konektor ini diantaranya adanya hubungan pendek pada kabel data link konektor, hubungan singkat atau konslet yang terjadi pada kabel MIL dan ECU yang sudah tidak bekerja dengan baik.
  • Jika terjadi kerusakan pada fungsi rangkaian injektor, maka MIL akan berkedip sebanyak 12 kali. Penyebabnya adalah karena kontak yang longgar atau sudah lemah pada injektor, adanya rangkaian terbuka atau konslet pada kabel injektor, atau injektor sudah tidak dapat bekerja dengan baik, serta ECU yang tidak dapat bekerja dengan baik.

Itulah beberapa contoh kerusakan pada mesin EFI sepeda motor dan penyebabnya, semoga bermanfaat dan silahkan dishare untuk pembelajaran bersama. 

Rabu, 16 November 2016

Cara Kerja Sistem EFI Sepeda Motor Pada Saat Akselerasi Percepatan

Cara kerja sistem EFI sepeda motor pada saat akselerasi percepatan – Sepeda motor yang menggunakan sistem EFI kontrol kerja pada setiap kondisi mesin lebih teratur, hal ini karena adanya berbagai macam sensor yang memberikan masukan atau informasi kepada ECU tentang kondisi mesin tersebut, misalnya pada saat mesin sepeda motor berada pada kecepatan rendah, kecepatan sedang, kecepatan tinggi, maupun pada saat akselerasi, bahkan pada saat mesin dalam kondisi dingin atau belum mencapai temperatur kerja pun pada mesin EFI ada pengturan tersendiri. Dan kesemua itu diatur atau dikontrol oleh ECU. Pada artikel sebelumnya Guru Otomotif telah menjelaskan bagaimana cara kerja sistem EFI sepeda motor pada saat putaran menengah dan tinggi, kali ini Guru Otomotif akan membahas bagaimana cara kerja sistem EFI sepeda motor pada saat mesin akselerasi atau percepatan.

Ketika sepeda motor melakukan akselerasi (di gas) dengan serentak atau mendadak dari putaran rendah ke putaran sedang atau tinggi. Maka volume udara juga akan bertambah dengan sangat cepat. Dalam keadaan ini karena bahan bakar lebih berat dari pada udara, maka untuk sementara waktu terjadi keterlambatan bahan bakar sehinggga terjadi campuran bahan bakar yang miskin atau campuran kurus. Untuk mengatasi terjadinya campuran kurus ini maka pada sistem bahan bakar konvensional yang masih menggunakan karburator ada sistem tersendiri yang mengatasi saat akselerasi, yaitu sistem akselerasi atau sistem percepatan yang menyemprotkan bahan bakar tambahan melalui saluran percepatan khusus.

Sedangkan pada sistem EFI atau injeksi tidak ada suatu koreksi khusus selama akselerasi. Hal ini dikarenakan dalam sistem EFI, bahan bakar ada pada saluran bahan bakar sudah bertekanan tinggi. Perubahan jumlah udara ketika katup gas dibuka dengan tiba-tiba atau saat akselerasi akan dideteksi oleh sensor tekanan udara (MAP Sensor). Walaupun ketika dideteksi MAP sensor adalah tekanan udaranya, maka pada dasarnya sensor tersebut juga menentukan jumlah udara. Semakin besar tekanan udara yang dideteksi, maka semakin banyak pula jumlah udara yang masuk ke intake manifold. Maka dengan demikian selama akselerasi pada sistem EFI tidak terjadi keterlambatan pengiriman bahan bakar karena bahan bakar yang ada di saluran bahan bakar sudah bertekanan tinggi. Ketika akselerasi pada mesin sepeda motor EFI, bahan bakar akan serentak diinjeksikan sesuai dengan perubahan volume udara yang masuk.

Dan itulah keunggulan dari mesin EFI sepeda motor, dimana semua koreksi terhadap pengaturan saat penginjeksian dan juga lamanya penginjeksian berdasarkan informasi atau sinyal yang diberikan sensor-sensor yang ada pada mesin EFI. Semakin lengkap sensor yang dipasang pada mesin EFI, maka koreksi terhadap pengaturan waktu dan lamanya penginjeksian semakin sempurna, dengan demikian sehingga mesin dapat menghasilkan kerja mesin yang lebih optimal dengan kandungan emisi yang minimal.

Demikianlah cara kerja EFI sepeda motor pada saat akselerasi percepatan, semoga mudah dipahami dan bermanfaat untuk sobat Guru Otomotf.  Silahkan dishare. Jika ada pertanyaan melalui kolom komentar di bawah ini.

Selasa, 15 November 2016

Cara Kerja Sistem EFI Sepeda Motor Pada Putaran Mengengah dan Tinggi

Cara kerja sistem EFI sepeda motor pada putaran mengengah dan tinggi - Sistem EFI adalah sistem yang bekerja dengan cara menginjeksikan bahan bakar berdasarkan masukan dari beberapa sensor yang dipasang di mesin tersebut. Dimana sensor-sensor yang ada pada mesin memberikan input sinyal kepada ECU untuk diolah untuk ditentukan banyaknya penginjeksian dan saat penginjeksian, kemudian ECU memberikan perintah kepada injektor dan pengapian untuk melakukan penyemprotan bahan bakar sesuai dengan kebutuhan kerja mesin. Cara kerja sistem EFI sepeda motor selalu dikoreksi pada setiap langkahnya, baik ketika mesin dalam kondisi dingin, mesin dalam putaran rendah, ketika putaran tinggi, dan ketika akselerasi. Semua kondisi kerja mesin tersebut selalu dikontrol oleh ECU sehingga dihasilkan pembakaran yang lebih sempurna dibandingkan mesin konvensional pada umumnya.

Pada artikel sebelumnya Guru Otomotif telah membahas bagaimana cara kerja dari mesin EFI sepeda motor pada putaran rendah, kali ini Guru Otomotif akan melanjutkan pembahasan terkait cara kerja sistem EFI pada putaran menengah dan tinggi. Ketika putaran tinggi dan kondisi mesin dalam keadaan normal, maka ECU akan menerima informasi sinyal dari sensor posisi katup throttle (TPS) dan sensor tekanan udara (MAP Sensor). TPS akan mendeteksi seberapa bukaan katup gas sedangkan MAP sensor akan mendeteksi jumlah ataupun tekanan udara yang semakin naik. Pada saat ini ECU mendeteksi bahwa jumlah udara yang masuk semakin banyak.

ECU akan mengolah dan memberi tegangan listrik kepada selenoid injektor dengan lama pemberian tegangan yang lebih lama dibandingkan saat putaran rendah. Selain memberi perintah kepada selenoid injektor, ECU juga memberi perintah kepada pengapian agar dimajukan sehingga tercapai pembakaran yang optimal. Gambar cara kerja sistem EFI pada sepeda motor ketika putaran menengah (sekitar 4000 rpm) dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa pada saat penyemprotan bahan bakar  mulai terjadi dari pertengahan langkah usaha sampai dengan pertengahan langkah buang, lamanya penyemprotan hampir mencapai setengah putaran derajat engkol karena bahan bakar yang diperlukan juga semakin banyak.

Kemudian jika putaran mesin dinaikkan lagi, maka katup gas akan semakin membuka dan TPS akan mendeteksi bahwa katup gas tersebut semakin membuka lebar. ECU menerima sinyal perubahan katup gas dalam bentuk sinyal listrik dan memberi tegangan kepada selenoid injektor dengan durasi waktu yang lebih lama dari pada ketika putaran menengah, hal ini karena bahan bakar yang diperlukan lebih banyak lagi. Sehingga lamanya penginjeksian otomatos akan lebih dari setengah putaran derajat engkol.


Demikianlah cara kerja sistem EFI sepeda motor pada putaran menengah dan tinggi. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat dijadikan referensi sobat, jika ada yang kurang silahkan ditambahkan melalui kolom komentar. Yuuk dishare.

Senin, 14 November 2016

Cara Kerja Mesin EFI Sepeda Motor Pada Putaran Rendah

Pada mesin EFI, pengontrolan perbandingan campuran bahan bakar dan udara dilakukan secara elektronik dengan bantuan ECU (Electronic Control Unit). Sensor-sensor yang ada pada mesin (seperti TPS, IATS, WTS, dan lain-lain) memberikan sinyal informasi kepada ECU. Kemudian ECU mengolah data-data tersebut dan menghitung untuk menentukan jumlah bahan bakar yang diinjeksikan dan timingnya. ECU akan memberi perintah kepada aktuator seperti injektor dan pengapian sesuai dengan beban atau kondisi kerja mesin. Cara kerja mesin EFI tersebut terkontrol pada semua kondisi beban kerja mesin, baik pada saat mesin dingin, saat putaran rendah, saat putaran menengah dan tinggi, dan pada saat akselerasi. Pada artikel sebelumnya Guru Otomotif telah membahas cara kerja mesin EFI sepeda motor saat kondisi mesin dingin. Kali ini Guru Otomotif akan melanjutkan pembahasan terkait cara kerja mesin EFI sepeda motor  pada putaran rendah.

Ketika putaran mesin masih rendah dan temperatur mesin telah mencapai suhu kerja, maka ECU akan mengontrol dan memberi tegangan listrik ke injektor dalam waktu sebentar saja (yakni beberapa derajat engkol) karena jumlah udara yang dideteksi sensor tekanan udara (MAP Sensor) dan sensor posisi katup gas (TPS) masih sedikit. Hal ini agar dimungkinkan terjadi perbandingan campuran udara dan bahan bakar yang tepat atau mendekati perbandingan teoritis/ideal. Posisi katup throttle pada throttle body masih menutup ketika putaran stasioner. Dan maka dari itu aliran udara dideteksi dari saluran khusus untuk saluran stasioner. Sebagian besar sistem EFI pada sepeda motor masih memakai sekrup penyetel untuk putaran stasioner (air idle adjusting screw).


Berdasarkan sinyal data dari sensor tekanan udara (MAP Sensor) dan sensor posisi katup gas (TPS), kemudian ECU akan memberi tegangan listrik kepada selenoid injektor untuk menginjeksikan bahan bakar. Lama penginjeksan hanya sebentar saja atau beberapa derajat engkol saja karena bahan bakar yang diperlukan masih sedikit.

Ketika putaran mesin semakin naik atau bertambah namun masih termasuk pada putaran rendah, maka tekanan udara yang dideteksi oleh MAP Sensor akan menjadi lebih tinggi dibanding ketika putaran stasioner. Naiknya tekanan udara yang masuk menandakan bahwa jumlah udara yang masuk lebih banyak. Dari informasi yang didapat oleh MAP sensor tersebut, ECU akan memberi sinyal tegangan listrik yang sedikit lebih lama atau lebih banyak dari pada ketika putaran stasioner.

Gambar berikut ini adalah ilustrasi ketika mesin berputar pada putaran rendah yaitu 2000 rpm. Seperti pada gambar berikut, bahwa timing penginjeksian terjadi pada akhir langkah buang dan lamanya penginjeksian juga masih beberapa derajat engkol saja, hal ini karena bahan bakar yang diperlukan masih sedikit.


Cara Kerja Injektor Pada Mesin EFI

Proses penginjeksian bahan bakar oleh injektor terjadi ketika ECU memberi tegangan listrik pada selenodi injektor. Sehingga cara kerja injektor pada mesin EFI berdasarkan tegangan listrik yang diberikan ECU kepada selenoid injektor. Dengan adanya pemberian tegangan listrik, maka selenoid koil akan menjadi magnet dan akan mampu menarik plunger dan mengangkat needle valve atau katup jarum dari dudukannya. Dengan demikian maka bahan bakar yang ada pada saluran bahan bakar yang sudah bertekanan akan memancar keluar dari injektor sesuai dengan beban kerja mesin.

Demikianlah cara kerja mesin EFI sepeda motor pada putaran rendah, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita tentang mesin EFI.

Cara Kerja Mesin EFI Sepeda Motor Saat Mesin Dingin

Mesin EFI (Electronic Fuel Injection) adalah mesin yang kerjanya telah di kontrol oleh komputer atau ECU, dimana ECU mendapatkan informasi data dari beberapa sensor yang telah di pasang pada mesin, dan selanjutnya ECU mengkalkulasikan atau menghitung lamanya injektor menyemprot dan timing penginjeksian. Semakin banyak dan kompleks sensor yang dipasang pada mesin maka suplay bahan bakar yang mendekati atau bahkan ideal pada semua kondisi kerja mesin dapat terpenuhi. Cara kerja mesin EFI terbagi dalam beberapa kondisi mesin diantaranya adalah pada saat mesin dingin, saat mesin putaran lambat, saat mesin putaran sedang dan tinggi, serta saat mesin berakselerasi. Pada artikel kali ini Guru Otomotif akan membahas cara kerja mesin EFI pada sepeda motor saat mesin dingin.

Cara kerja Mesin EFI Saat Mesin Dingin

Pada saat kondisi mesin sepeda motor EFI masih dingin seperti saat menghidupkan motor di pagi hari, maka dibutuhkan campuran bahan bakar dan udara dengan campuran kaya (bahan bakar lebih banyak). Hal ini dikarenakan penguapan bahan bakar masih rendah pada saat kondisi suhu mesin masih rendah. Karena kondisi suhu mesin yang masih rendah ini maka terdapat sebagian kecil bahan bakar yang menempel di dinding intake manifold sehingga tidak ikut masuk tercampur dan terbakar di dalam ruang bakar. Untuk menambah jumlah bahan bakar agar tercapai campuran kaya tersebut, maka pada sistem EFI sepeda motor yang dilengkapi dengan sistem pendingan air (bagi sepeda motor EFI yang mengguakan radiator) terdapat sensor temperatur air pendingin (WTS atau Water Temperature Sensor).


Temperatur air pendingin tersebut akan dideteksi oleh WTS dan dirubah menjadi sinyal listrik untuk kemudian dikirim ke ECU. Lalu ECU akan mengolah lagi kemudian memberikan perintah kepada injektor dengan memberikan tegangan yang lebih lama lagi kepada selenoid injektor agar bahan bakar yang diinjeksikan lebih banyak atau menjadi campuran kaya. Gambar sensor air pendingin dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Sedangkan bagi mesin yang tidak ada sistem pendingin air, maka sensor yang digunakan untuk mendeteksi kondisi mesin ketika dingin adalah sensor suhu oli atau pelumas mesin (EOTS atau Engine Oil Temperatur Sensor). Sensor temperatur oli mesin mendeteksi suhu pelumas mesin yang masih dingin lalu mengubahnya menjadi sinyal listrik untuk dikirim kepada ECU. Gambar sensor temperatur oli mesin adalah sebagai berikut:

Sensor lainnya yang digunakan untuk mendeteksi suhu mesin yang masih dingin adalah sensor temperatur udara masuk. Sensor temperatur udara masuk mendeteksi temperatur udara yang masuk ke intake manifold. Ketika udara yang masuk masih dingin maka kerapatan udaranya lebih padat sehingga jumlah molekul udara lebih banyak dibandingkan ketika udara panas. Nah agar tetap terjadi perbandingan campuran bahan bakar dan udara yang mendekati ideal, maka ECU akan memberi tegangan kepada selenoid injektor menjadi sedikit lebih lama agar terjadi campuran kaya. Dengan demikian adanya bahan bakar yang menempel pada dinding intake manifold karena rendahnya penguapan bahan bakar dapat diantisipasi dengan cara memperkaya campuran bahan bakarnya

Demikianlah cara kerja mesin EFI sepeda motor saat mesin dingin, semoga artikel ini menambah wawasan kita tentang mesin EFI pada sepeda motor. 

Sabtu, 12 November 2016

Jobsheet EMS Kelas 3 TKR Merangkai Kelistrikan Pada Pompa Bahan Injeksi

Program Keahlian
Teknik Otomotif
LISTRIK OTOMOTIF III
JOB : 3
ENGINE MANAJEMEN SISTEM
Merangkai Kelistrikan Pada Pompa Bahan Injeksi
Kelas:
XII TKR
Waktu:
4 x 45 Menit

A.  Tujuan:   
Setelah selesai melakukan praktek siswa diharapkan dapat:
  1. Memeriksa pompa bahan bakar injeksi
  2. Memeriksa tekanan bahan bakar pada pipa pompa bahan bakar injeksi
  3. Memeriksa kondisi injektor dan penginjeksian bahan bakar
  4. Merangkai kelistrikan pada pompa bahan bakar injeksi

B.  Peralatan dan Bahan:
  1. Stand injeksi bahan bakar sistem EFI
  2. Multimeter
  3. Tes lamp
  4. Pressure gauge

C.  Keselamatan Kerja:
  1. Setiap kali melakukan praktikum, gunakan pakaian kerja dan peralatan yang sesuai
  2. Sebelum merangkai pada stand pastikan rangkaian tidak terhubung dengan baterai
  3. Perhatikan urutan kerja sesuai standard operasional prosedur


D.  Langkah Kerja:
  1. Menyiapkan alat dan bahan pratikum
  2. Periksa komponen-komponen sistem injeksi bahan bakar pada mesin/stand pompa bahan bakar injeksi
  3. Periksa relay pompa bahan bakar injeksi dengan cara menghubungkan terminal 85 relay ke positif (+) baterai dan terminal 86 relay ke negatif (-) baterai, jika ada suara ‘cetik’ atau relay aktif maka relay tersebut normal
  4. Periksa kerja pompa bahan bakar injeksi dengan melihat aliran bahan bakar pada selang bahan bakar
  5. Periksa tekanan bahan bakar pada pipa pompa bahan bakar dengan melihat pressure gauge yang terpasang pada stand
  6. Periksa tahanan injektor dengan multimeter, set multimeter pada range tahanan. Kemudian hubungkan kabel merah (+) multimeter pada soket injektor positif dan kabel hitam (-) multimeter pada soket injektor seperti pada gambar berikut ini:
  7. Setelah selesai melakukan langkah pemeriksaan, selanjutnya rangkailah kelistrikan pada stand pompa bahan bakar dengan benar.
  8. Hidupkan kunci kontak dan ON kan saklar pompa injeksi bahan bakar
  9. Amati proses penginjeksian pada injektor pada putaran rendah hingga tinggi, caranya adalah dengan memutar tuas throttle
  10. Lepas kembali rangkaian kelistrikan pada stand pompa bahan bakar
  11. Bersihkan alat praktikum

E.  Tugas
  1. Jelaskan fungsi dari pompa bahan bakar pada mesin!
  2. Gambarkan rangkaian kelistrikan pompa bahan bakar!
  3. Isilah data-data pemeriksaan komponen berikut ini!

No.
Nama Komponen
Kondisi
Kesimpulan
1.
Relay sistem bahan bakar


2.
Pompa bahan bakar


3.
Injektor



4.         Isilah data-data pengukuran komponen berikut ini!
No.
Nama Komponen
Hasil
Kesimpulan
1.
Tekanan bahan bakar
 ....... Kpa
 ....... bar

2.
Tahanan injektor
Silinder 1 = ..... ohm
Silinder 2 = ..... ohm
Silinder 3 = ..... ohm
Silinder 4 = ..... ohm