Tampilkan postingan dengan label Mobil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mobil. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Juli 2017

Cara Setel Servo Atau Boster Rem Pada Mobil

Cara setel servo atau boster rem pada mobil – Servo atau booster rem adalah komponen pada rem yang berfungsi untuk meringankan pengereman dengan cara memberi tekanan pada master rem. Dengan adanya boster rem atau servo maka ketika pedal rem diinjak atau ketika melakukan pengereman menjadi lebih ringan. Dan jika pada sistem rem tidak ada servo atau boster rem maka dalam pengereman akan terasa keras dan kurang pakem. Boster rem atau servo bekerja dengan cara memanfaatkan kevakuman dari intake manifold  pada mesin bensin, sedangkan pada mesin diesel boster rem memanfaatkan kevakuman yang dihasilkan oleh blower yang ada pada dinamo pengisian.  Untuk lebih jelasnya berkaitan dengan cara kerja boster rem mobil, silahkan lihat artikel Guru Otomotif sebelumnya tentang cara kerja booster rem atau servo mobil.

Tanda-tanda atau gejala booster rem mengalami kerusakan diantaranya adalah pedal rem terasa keras ketika diinjak atau ketika dilakukan pengereman, sehingga pengereman tidak maksimal. Selain itu jika seal booster mengalami kebocoran maka akan muncul bunyi desis udara ketika mobil dalam keadaan hidup, baik pada saat rem diinjak maupun saat rem tidak diinjak. Nah mobil sobat mengalami gejala atau tanda-tanda tersebut, maka segera lakukan pemeriksaan pada boster rem atau servo, dan jika kerusakannya berupa seal yang bocor langkah perbaikannya adalah dengan mengganti seal boster tersebut. Selain itu cara perbaikan dari gejala-gejala di atas adalah dengan melakukan penyetelan pada boster rem atau servo mobil. Dan jika tidak dilakukan penyetelan boster rem maka rem bisa macet.

Cara Menyetel Servo Atau Boster Rem
Lalu bagaimana cara menyetel servo atau boster rem pada mobil? Sangat mudah, yakni dengan cara mengatur panjang pendek as pendorong. Setel as pendorong tersebut hingga pas, tidak terlalu renggang dan tidak mendorong master rem. Letak dari as pendorong dapat sobat lihat pada gambar berikut ini:


Selain as pendorong bagian depan, setel juga as pendorong bagian belakang servo, jika masih bingung ini gambar letak as pendorong bagian belakang.


Silahkan atur as pendorong tersebut dengan tangan atau dengan kunci pas, jika sudah lakukan pengujian pengereman dengan cara mengangkat roda ban mobil menggunakan dongkrak, putar roda mobil dan lakukan pengereman sampai rem dapat bekerja dengan baik. Demikian artikel tentang  cara setel servo atau boster rem pada mobil semoga bermanfaat, silahkan dishare

Minggu, 25 Juni 2017

Fungsi Boster Rem Atau Servo Mobil Dan Konstruksinya

Fungsi boster rem atau servo mobil dan konstruksinya – Brake booster atau boster rem atau bahasa bengkelnya yang sering kita kenal dengan servo rem mobil adalah suatu alat yang mekanisme kerjanya dengan mengguakan perbedaan antara kevakuman mesin dan tekanan atmosfir untuk menghasilkan tenaga yang kuat yang proporsional pada tenaga penekan yang berfungsi untuk mengoperasikan rem. Sehingga secara bahasa yang sederhana, fungsi dari boster rem atau servo mobil adalah untuk membantu memberikan tekanan kepada master rem agar pedal rem lebih ringan ketika diinjak. Bayangkan seandainya sobat Guru Otomotif sedang mengendarai mobil namun untuk mengerem harus membutuhkan tenaga yang berlebih, maka jarak pengereman bisa menjadi besar dan tentu akan membahayakan pengendara atau orang lain.

Boster rem menggunakan prinsip vakum yang dihasilkan oleh beragam intake misalnya pada pompa vakum pada mesin diesel.

Konstruksi Boster Rem atau Servo
Konstruksi dari boster rem dapat sobat Guru Otomotif lihat pada gambar berikut ini:

Berdasarkan gambar  di atas, boster rem atau servo terdiri dari beberapa komponen berikut ini:
  1. Batang pengoperasian katup
  2. Batang pendorong
  3. Piston pendorong atau boster piston
  4. Batang boster
  5. Diafragma
  6. Pegas diafragma
  7. Badan katup
  8. Cakram reaksi
  9. Pembersih udara
  10. Penutup badan
  11. Ruang tekanan variable
  12. Ruang tekanan konstan
  13. Katup cek

Tandem Boster Rem
Tandem rem boster adalah suatu alat yang memiliki dua ruang vakum yang berjajar dan memiliki boos power yang besar dan tidak harus menambah ukuran pistonnya. Gambar tandem boster rem adalah sebagai berikut:

Berkaitan dengan cara kerja boster rem atau servo mobil dapat sobat lihat pada artikel Guru Otomotif selanjutnya yaitu tentang cara kerja boster rem atau servo mobil.
Demikianlah artikel tentang fungsi boster rem atau servo mobil dan konstruksinya, semoga bermanfaat, jangan lupa untuk tidak pelit dalam berbagi pengetahuan, silahkan dishare.

Rabu, 07 Desember 2016

Cara Memarkir Mobil Saat Berhenti Darurat di Bahu Jalan

Cara memarkir mobil saat berhenti darurat di bahu jalan  - Terkadang yang namanya musibah tidak terduga, seperti ban bocor atau mogok yang bisa saja terjadi di tengah perjalanan. Bagi pengemudi mobil ketika kendaraannya harus berhenti di pinggir jalan atau di bahu jalan karena mogok atau hal lain, maka sebisa mungkin sebaiknya mobil dibawa ke area yang aman dari pengguna jalan lain. Hal ini di maksudkan agar mobil yang mogok atau berhenti di pinggir jalan tidak tertabrak pengendara lain.

Banyak kasus kecelakaan yang diakibatkan oleh pengendara mobil yang memarkirkan mobilnya yang sedang mogok di pinggir jalan tanpa memberi tanda, sehingga pengendara lain yang sedang melaju tidak mengetahui adanya mobil yang sedang diperbaiki di pinggir jalan atau di bahu jalan tersebut. Oleh karena itu jika sobat Guru Otomotif mengalami suatu hal ketika sedang mengendarai mobil dan terpaksa mobilnya diberhentikan di pinggir jalan atau bahu jalan untuk diperbaiki, maka perhatikanlah beberapa hal berikut ini agar terhindari dari tertabrak pengendara lain. Tips memarkir mobil saat berhenti darurat di bahu jalan:


  1. Parkirkan kendaraan atau mobil di bahu jalan dengan posisi setengah badan di rumput atau tanah, dan ban sebelah kanan lainnya di bahu jalan. Dan jika memungkinkan tempatkan kendaraan  sepenuhnya di area tanah atau rumput.
  2. Semua penumpang sebaiknya keluar dari mobil, kemudian pindah ke tepi jalan pada tempat yang sekiranya aman, hal ini untuk menghindari terjadinya tabrakan. Terlebih di jalanan kota dimana bahu jalan sering dijadikan jalur cepat untuk pengendara-pengendara sepeda motor yang tidak mau mengantri.
  3. Sebagai tanda bahaya, sebaiknya pasang segitiga pengaman di belakang mobil dengan jarak minimal 25 meter. Hal ini bertujuan agar pengendara lain dari arah belakang tahu akan adanya mobil yang mogok atau dalam kondisi darurat di bahu jalan.
  4. Jika sobat tidak tahu cara memperbaiki kerusakan pada mobilnya, tidak perlu panik dan tunggulah petugas patroli atau carilah bengkel terdekat dengan meminta bantuan orang lain.

Demikianlah artikel tentang cara memarkir mobil saat berhenti darurat di bahu jalan, semoga artikel ini bermanfaat.

Rabu, 30 November 2016

Gejala Booster / Servo Rem Mobil Rusak dan Penyebabnya

Gejala booster / servo rem rusak dan penyebabnya – Sebagaimana komponen lainnya pada mobil, boster rem atau servo juga dapat mengalami kerusakan. Boster rem atau servo adalah suatu komponen pada sistem rem yang berfungsi untuk meringankan pedal rem saat diinjak, boster rem bekerja dengan cara memberikan tekanan pada master rem sehingga pengereman mobil dapat dilakukan dengan lebih ringan. Adanya boster rem dan servo sangat berguna bagi sistem rem, karena seandainya tidak ada boster rem maka pengereman menjadi keras dan penekan pedal rem harus lebih dalam. Hal ini dapat dirasakan ketika boster rem atau servo mobil mengalami kerusakan, maka rem akan menjadi kurang pakem. Dan jika boster rem atau servo mengalami kerusakan maka harus dilakukan perbaikan atau bahkan penggantian, pada artikel sebelumnya Guru Otomotif telah membahas artikel tentang cara menyetel / setel boster rem atau servo pada mobil.  Kali ini Guru Otomotif akan membahas gejala booster atau servo rem mobil rusak serta penyebabnya.

Gejala Boster Atau Servo Rem Mobil Rusak
Kerusakan pada boster atau servo mobil secara langsung berdampak pada sistem rem. Gejala boster rem atau servo yang rusak diantaranya adalah pedal rem ketika diinjak terasa sangat keras sehingga yang dapat dirasakan adalah pengereman menjadi kurang maksimal. Gejala selanjutnya adalah ada bunyi desis udara ketika mesin mobil dihidupkan baik ketika rem diinjak maupun ketika rem tidak diinjak. Munculnya desis udara tersebut disebabkan karena terjadi kebocoran pada karet seal. Gejala lain pada kebocoran servo atau boster rem adalah mesin menjadi susah langsam, hal ini disebabkan karena kondisi kebocoran boster atau servo rem sama halnya dengan bocornya intake manifold.


Penyebab Boster Atau Servo Rem Mobil Rusak
Jika boster atau servo mobil mengalami kerusakan maka dapat menyebabkan rem mobil menjadi keras. Selain karena kerusakan  pada boster atau servo rem, penyebab dari rem mobil keras adalah:
  1. Boster rem atau servo rusak
  2. Adanya kebocoran pada selang vakum boster rem atau servo
  3. Selang vakum boster rem atau servo tersumbat kotoran
  4. Terjadi kebocoran pada karet seal servo
  5. Tabung angin terisi oli karena pentil blower rusak (pada mesin diesel)
  6. Rusaknya blower vakum pada dinamo pengisian (pada mesin diesel)

Jika sobat Guru Otomotif mengalami kerusakan boster rem atau pengereman terasa berat maka silahkan lakukan pemeriksaan berdasarkan gejala dan penyebab-penyebab rem mobil keras. Demikian artikel tentang gejala booster / servo rem mobil rusak dan penyebabnyasemoga bermanfaat. Jika mau menambahkan berkaitan dengan gejala boster rem atau servo rusak dan penyebabnya, silahkan ditambahkan melalui kolom komentar di bawah ini. 

Selasa, 29 November 2016

Cara Kerja Boster Rem Atau Servo Pada Mobil

Cara kerja boster rem atau servo pada mobil – Boster rem atau servo berfungsi untuk membantu mendorong pada master rem agar pedal rem lebih ringan ketika dioperasikan (dinjak). Pada artikel sebelumnya Guru Otomotif telah membahas fungsi dan juga komponen boster rem atau servo mobil. Di artikel ini Guru Otomotif akan melanjutkan pembahasan berkaitan dengan cara kerja boster rem atau servo mobil. Baik langsung saja kita bahas cara kerja boster rem atau servo mobil satu persatu berdasarkan kondisi kerja rem.

Cara Kerja Boster Rem / Servo Saat Rem Tidak Aktif
Pada saat boster rem atau servo tidak digunakan, katup udara dihubungkan ke batang operasi katup dan ditarik ke kanan karena ada pegas pembalik pada katup udara. Katup kontrol akan didorong ke kiri oleh pegas katup pengontrol, hal ini menyebabkan katup udara bersentuhan dengan katup pengontrol. Dan oleh karena itu udara atmosfer yang mengalir melalui elemen pembersih udara dicegah masuk ke ruang tekanan variabel.


Ketika kondisi boster rem belum digunakan ini, katup hampa udara dari badan katup akan dipisahkan dari katup pengontrol untuk membuka jalan antara saluran A dengan saluran B. Dan oleh karena akan selalu ada hampa udara di dalam ruang tekanan konstan, maka ada juga hampa udara di ruang tekanan variabel, dan akibatnya piston di dorong ke kanan oleh pegas diafragma.

Cara Kerja Boster Rem / Servo Saat Rem Digunakan
Pada saat pedal rem ditekan, maka batang pengoperasian katup akan mendorong katup udara, sehingga mengakibatkan katup udara bergerak ke kiri. Katup pengontrol yang didorong untuk melawan katup udara oleh pegas katup pengontrol juga ikut bergerak ke kiri sampai dengan katup pengontrol berhubungan dengan katup hampa udara. Hal ini menutup bukaan antara saluran A dan saluran B. 

Dan ketika katup udara bergerak lebih jauh lagi ke kiri, maka katup udara juga menjauhi katup pengontrol. Dan kondisi tersebut mengakibatkan udara atmosfer masuk ke ruang tekanan variabel melalui saluran B (setelah melewati elemen pembersih udara).


Adanya perbedaan tekanan antara ruang tekanan variabel dengan ruang tekanan konstan membuat piston bergerak ke kiri, hal ini akan menyebabkan cakram reaksi (reaction disk) menggerakkan batang pendorong booster ke kiri dan juga menambah tekanan tenaga pengereman.

Cara Kerja Boster Rem / Servo Saat Pedal Rem Ditekan Setengah
Jika pedal rem ditekan setengah, maka batang pengoperasian katup dan katup udara akan berhenti bergerak namun piston akan tetap bergerak ke kiri sehingga ada perbedaan tekanan. Katup pengontrol tetap dihubungkan dengan dengan katup hampa udara oleh pegas katup pengontrol. Namun katup pengontrol akan bergerak bersama dengan piston.


Karena katup pengontrol bergerak ke kiri dan berhubungan dengan katup udara, maka udara atmosfir akan dapat dicegah untuk masuk ke ruang tekanan variabel, sehingga piston akan bergerak dan mempertahankan tenaga pengereman yang sedang dilakukan.

Cara Kerja Boster Rem / Servo Saat Pedal Rem Ditekan Penuh
Jika pedal rem ditekan maksimal, maka katup udara akan bergerak seluruhnya untuk menjauh dari katup pengontrol. Pada saat ini ruang tekanan variabel diisi seluruhnya dengan udara atmosfer. Perbedaan tekanan antara ruang tekanan varibel dan ruang tekanan konstan juga dibuat maksimum, hal tersebut akan membuat efek dorong maksimum pada piston.

Bahkan ketika tenaga tamabahan diberikan pada pedal rem, maka efek dorong pada piston tidak akan berubah, dan tenaga tambahan tersebut akan disalurkan pada tongkat pendorong boster dan akan dikirimkan sebagaimana adanya ke silinder utama.

Cara Kerja Boster Rem / Servo Saat Tidak Hampa Udara
Jika brake boster gagal memberikan kevakuman karena sebab apapun, maka tidak akan ada perbedaan tekanan antara ruang tekanan variabel dengan ruang tekanan konstan, hal ini karena kedua ruang tekanan tersebut diisi oleh udara atmosfer. Saat boster rem ada pada posisi OFF, maka piston akan dikembalikan ke kanan oleh pegas diafragma. Namun ketka pedal rem ditekan, batang pengoperasian katup akan bergerak ke kiri dan mendorong katup udara, tongkat pendorong boster, dan cakram reaksi. Hal ini menyebabkan silinder utama piston akan memberikan tenaga pengereman. 

Dan saat yang sama, katup udara akan mendorong kunci stopper katup yang dimasukkan ke badan katup. Dan oleh karena itu, piston akan mengatasi pegas diafragma dan bergerak ke kiri. Dengan demikian rem akan tetap berfungsi bahkan ketika tidak ada hampa udara yang diberikan oleh boster rem. Hanya saja karena boster rem tidak bekerja maka pengereman akan terasa lebih berat saat sobat Guru Otomotif menginjak pedal rem.
Demikianlah cara kerja boster rem atau servo pada mobil, semoga bermanfaat dan dapat dipahami, silahkan dibagikan yaa.

Rabu, 23 November 2016

Komponen Sistem Pengapian Magnet Konvensional

Komponen sistem pengapian magnet konvensional - Sebagaimana penjelasan Guru Otomotif sebelumnya tentang sistem pengapian konvensional, bahwa pada sistem pengapian konvensional masih menggunakan platina untuk memutus dan menghubungkan arus primer koilnya guna menghasilkan induksi pada kumparan sekunder. Kemudian sistem pengapian konvensional ini ada dua jenis yaitu sistem pengapian AC dan  sistem pengapian DC. Perbedaan dari sistem pengapian AC dan sistem pengapian DC terletak pada sumber tegangannya. Jika pada sistem pengapian AC maka sumber tegangannya menggunakan alternator, sedangkan pada sistem pengapian DC sumber tegangannya didapat dari baterai atau accu. Pada artikel ini Guru Otomotif akan membahas komponen-komponen pada sistem pengapian magnet konvensional. Dengan mengetahui nama serta fungsi komponen pengapian magnet konvensional ini, diharapkan agar sobat Guru Otomotif bisa memahami cara kerja sistem pengapian magnet konvensional yang akan Guru Otomotif bahas pada artikel berikutnya.

Komponen Sistem Pengapian Magnet Konvensional
Ada beberapa komponen sistem pengapian magnet konvensional dan komponen ini sama seperti pada sistem pengapian konvensional pada umumnya, hanya bedanya terletak pada sumber arusnya saja. Berikut ini komponen sistem pengapian magnet konvensional:


Alternator
Alternator adalah sebuah kumparan pembangkit dan magnet, fungsi dari alternator adalah untuk mengubah energi mekanis yang diperoleh dari putaran mesin menjadi tenaga listrik AC (Alternating Current). Komponen inilah yang membedakan sistem pengapian AC dan sistem pengapian DC. Untuk cara kerja alternator pada sistem pengapian magnet konvensional akan Guru Otomotif bahas pada artikel khusus.

Kunci Kontak
Kunci kontak berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus pada rangkaian kelistrikan pengapian sepeda motor. Kunci kontak ini adalah saklar utama pada kendaraan.

Koi Pengapian
Koil pengapian adalah kumparan atau lilitan yang berfungsi untuk menaikkan tegangan yang diterima dari sumber tegangan (dalam hal ini alternator) menjadi tegangan tinggi yang dibutuhkan untuk pengapian.

Kontak Platina
Kontak platina atau sering disebut juga platina berfungsi untuk memutus dan menghubungkan rangkaian primer pengapian, yaitu menghubung dan memutus arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer di kumparan pengapian, hal ini bertujuan untuk menghasilkan arus listrik bertegangan tinggi pada kumparan sekundernya dengan cara induksi elektromanetik.

Nok Platina
Nok platina adalah tonjolan yang berfungsi untuk membuka kontak platina pada sudut engkol yang tepat, sehingga timing pengapian dapat diatur sesuai dengan ketentuannya.

Kondensor
Kondensor berfungsi untuk menyerap loncatan bunga api yang terjadi pada kontak platina ketika kontak platina mulai membuka, kenapa meloncat? Karena tegangan listrik yang melewati kontak platina ini cukup tinggi sehingga ketika arus tersebut diputus oleh kontak platina maka akan menghasilkan percikan bunga api listrik. Jika percikan bunga api listrik tersebut tidak diserap maka arus listrik masih akan tetap mengalir pada kontak platina (padahal seharusnya diputus), dengan demikian tujuan dari adanya kondensor adalah untuk mempercepat pemutusan arus primer koil sehingga dapat meningkatkan tegangan yang ada pada kumparan pengapian sekunder.

Busi
Busi atau spark plug berfungsi  untuk mengeluarkan arus listrik bertegangan tinggi menjadi loncatan bunga api melalui elektrodanya

Demikianlah komponen sistem pengapian magnet konvensional, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan bahan rujukan. Silahkan disebarluaskan dengan mencantumkan sumbernya, terimakasih.

Rabu, 16 November 2016

Kenapa Firing Order Pengapian Kendaraan Tidak Dibuat 1-2-3-4

Firing order adalah urutan suatu langkah pengapian pada kendaraan yang memiliki silinder atau ruang bakar lebih dari satu, misalnya pada mobil. Firing order menentukan silinder mana yang sedang mengalami langkah usaha, langkah buang, langkah masuk, dan langkah kompresi. Untuk memahami firing order, sobat harus memahami sistem pengapian terlebih dahulu, baik sistem pengapian konvensional maupun sistem pengapian elektronik semuanya pasti menggunakan firing order dalam  urutan pembakaran atau kerjanya.

Urutan firing order sangat bermacam-macam tergantung dari jumlah silindernya, dan urutan firing order biasanya 1-3-4-2 atau 1-3-2-4 atau 1-2-4-3 artinya dari sekian jenis urutan firing order tersebut tidak ada yang urutannya 1-2-3-4 atau secara berurutan. Dan jika dipikir kenapa firing order tidak dibuat 1-2-3-4 sehingga lebih runtut dan kita yang menghafalnya pun menjadi amat sangat mudah karena sudah diurutkan. Adakah sobat tau apa alasan firing order dibuat tidak runtut 1-2-3-4? 

Seandainya firing order dibuat secara runtut 1-2-3-4 maka putaran mesin akan menjadi tidak stabil, oleh karena pembagian tenaganya yang berurutan dari ujung kanan ke ujung kiri. Sehingga agar mesin menjadi lebih stabil maka firing order atau FO dibuat tidak runtut dari kanan ke kiri, atau kiri ke kanan, tapi ada jeda misalnya 1-4-3-2. 

Hal ini sama saja dengan pertanyaan kenapa langkah kerja semua piston tidak dibuat sama pada setiap langkahnya. Misalnya semua piston sama-sama bekerja menghisap, sama-sama mengkompresi, sama-sama usaha dan buang dalam waktu yang bersamaan. Jika seperti itu maka mesin akan menjadi tidak stabil dibandingkan dengan bekerja sesuai firing order. Karena mesin yang dibuat dengan banyak silinder tujuan utamanya bukan sekedar untuk menambah kecepatan, melainkan agar mesin kendaan menjadi lebih stabil karena tenaganya disalurkan secara bergantian.

Kita dapat merasakan mesin kendaraan khususnya mobil menjadi pincang ketika salah satu atau salah dua dari businya mati. Maka mesin pasti akan terasa pincang karena ada salah satu/dua tenaga yang hilang, sehingga kestabilan kerja mesin menjadi terganggu. 
Itulah alasan kenapa firing order pengapian kendaraan tidak dibuat 1-2-3-4. Semoga mudah dipahami dan jika ada yang keliru atau ingin menambahkan silahkan via komentar di bawah ini.

Selasa, 18 Oktober 2016

Polusi Gas Buang Motor Bensin dan Motor Diesel

Sobat Guru Otomotif, pernah tidak membayangkan berapa banyak gas buang motor yang dihasilkan oleh kendaraan setiap harinya? Pasti sangat banyak, terlebih jumlah kendaraan setiap hari terus bertambah, hal ini tentu berdampak pada berkurangnya udara bersih disekitar kita. Adanya gas buang motor baik motor bensin maupun motor diesel juga berpengaruh bagi kesehatan kita dan lingkungan kita. Lalu apa saja pengaruh gas buang motor bensin dan motor diesel bagi kesehatan dan lingkungan?

Polusi Gas Buang Kendaraan Motor Bensin

Gas buang pada kendaraan motor bensin pada umumnya terdiri dari gas yang tidak beracun seperti N2 (nitrogen), CO2 (karbon dioksida), H2O (air) serta sebagian gas beracun seperti Nox, HC, dan CO (karbon monoksida). Yang saat ini populer dalam gas buang adalah gas beracun yang dikeluarkan oleh kendaraan seperti pada gambar berikut ini:


Dari gambar di atas bahwa sebagian besar gas buang terdiri dari 72% N2, kemudian 18,1% CO2, lalu 8,2% H2O, lalu 1,2% gas argon, 1,1 % O2, dan 1,1% gas beracun seperti Noc, HC, dan CO dengan jumlah sebagaimana yang tertera pada gambar di atas. Selain dari gas buang, unsur HC dan CO dapat juga keluar dari penguapan bahan bakar di dalam tangki dan blow by gas dari mesin. Maka dari itu perlu diperhatikan juga kondisi tutup tangki bahan bakar ataupun ketika pengisian bahan bakar jangan sampai terlalu berlebihan ketika mengisi bahan bakar.

Pada mesin bensin, emisi gas buang akan meningkat seiring dengan besarnya penambahan jumlah campuran udara dan bahan bakar. Sedangkan pada mesin diesel besarnya emisi bahan bakar dalam bentuk opasitas atau ketebalan asap tergantung pada berapa banyak jumlah bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam silinder.

Polusi Gas Buang Kendaraan Motor Diesel

Pada motor diesel, besarnya emisi gas buang dalam bentuk ketebalan asap tergantung dari banyaknya bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam silinder. Karena pada motor bahan bakar diesel yang dikompresikan adalah udara murni. Sehingga dengan kata lain semakin campurannya kaya maka akan semakin besar juga konsentrasi Nox, CO, dan asapnya. Begitu juga jika semakin kurus campuran maka konsentrasi Nox, CO, dan asapnya juga akan semakin kecil. Polusi emisi gas buang pada mesin diesel dapat digolongkan sebagai; partikulat, residu karbon, pelumas tidak terbakar, sulfat, dan lainnya.

Gas buang pada mesin diesel sebagian besar berupa partikulat dan berada pada dua fase yang berbeda namun saling menyatu, fase tersebut adalah fase padat yang terdiri dari residu atau kotoran, abu, bahan aktif, bahan korosif, keausan metal. Dan fase cair yang terdiri dari minyak pelumas yang tidak terbakar. Gas buang yang berbetuk cair akan meresap ke dalam fase padat. Partikel-partikel tersebut berukuran antara 100 mikron hingga kurang dari 0,01 mikron. Partikulat yang ukurannya kurang dari 10 mikron memberi dampat pada visibilitas udara karena partikulat tersebut akan memudarkan cahaya sekeliling. Dan berdasarkan ukurannya, partikel dapat dikelompokkan ke dalam 3 kelompok:
  1. Ukuran 0,01-10 mikron disebut partikel smog atau kabut atau asap
  2. Ukuran 10-50 mikron disebut debu
  3. Ukuran 50-100 mikron disebut abu

Partikulat pada gas buang mesin diesel berasal dari partikel susunan bahan bakar yang masih berisi kotoran kasar (abu dan debu). Hal itu dikarenakan pemprosesan bahan bakarnya kurang baik. Bahan bakar diesel di Indonesia banyak yang mengandung kotoran seperti pada solar. Biasanya solar tidak berwarna alias bening, tapi yang beredar di sini berwarna agak gelap. Hal ini menandakan bahwa dalam solar tersebut ada kotoran. Maka pada saat terjadi pembakaran kotoran tersebut akan terurai dari susunan partikel yang lain dan tidak terbakar. Dan semakin banyak residu di dalam bahan bakar diesel akan menghasilkan gas buang dengan asap hitam berjelaga.

Selain partikulat-partikulat, gas buang motor diesel lain adalah oli yang tidak terbakar, dan ini penyumbang terbesar pada gas buang. Sebesar 40% berasal dari minyak pelumas dalam silinder yang tidak terbakar selama proses pembakaran di ruang bakar, asap yang dihasilkan akibat oli yang tidak terbakar ini adalah berupa asap keputih-putihan. Semakin banyak minyak pelumas yang terbakar di ruang bakar, maka semakin banyak pula warna putih dalam gas buang.

Sulfur pada bahan bakar berbentuk sulfur organik dan non organik. Pembakaran pada mesin diesel dengan menggunakan bahan bakar fosil akan menghasilkan sulfur dioksida dan sulfur trioksida dengan perbandingan 30:1. Sehingga sulfut dioksida adalah bagian yang sangat dominan pada gas buang mesin diesel. Sulfur dioksida yang ada di udara jika bertemu dengan uap air maka akan membentuk susunan molekul asam. Dan jika dibiarkan maka dapat terjadi hujan asam yang dapar merugikan.


Gas buang diesel (sekitar 8%) adalah kumpulan dari bermacam-macam gas beracun seperti CO, HC, CO2, dan Nox. Gas buang tersebut walaupun jumlahnya kecil namun tetap memberikan andil dalam pencemaran udara. Gas beracun tersebut bisa dikurangi dengan cara menyempurnakan proses pembakaran di dalam ruang bakar, yaitu dengan meningkatkan kemampuan kompresi dan injeksi bahan bakar yang tepat waktu dengan jumlah bahan bakar yang lebih sesuai. Bahan bakar yang tidak terbakar setelah proses pembakaran ada sekitar 7% dari seluruh gas buang diesel. Bahan bakar yang tidak terbakar biasanya berupa karbon yang terpisah dari HC karena perengkahan selama terjadi pembakaran di dalam ruang bakar. Semakin banyak bahan bakar yang tidak terbakar dan keluar ke udara luar, maka akan semakin hitam warna asap gas buang yang dikeluarkan mesin.

Senin, 17 Oktober 2016

Komponen-Komponen Sistem Bahan Bakar Diesel dan Fungsinya

Sistem bahan bakar diesel adalah sistem yang berfungsi untuk menyediakan dan mensuplai bahan bakar yang bertekanan tinggi ke dalam silinder mesin diesel. Mesin diesel menghasilkan energi pembakaran yang tinggi jika dibandingkan dengan mesin bensin, oleh karena itu pada penggunaannya mesin diesel sering dipakai pada kendaraan-kendaraan yang membutuhkan tenaga besar, truk, dan sebagainya. Berkaitan dengan sistem bahan bakar diesel, Guru Otomotif kali ini akan membahas  artikel tentang komponen-komponen pada sistem bahan bakar diesel serta fungsi masing-masing komponennya.


Agar mesin diesel menghasilkan tenaga yang besar seperti yang diharapkan, maka sistem bahan bakar diesel harus memenuhi syarat-syarat khusus diantaranya: harus mempunyai tekanan tinggi yang telah ditentukan agar bahan bakar diesel dapat tersalurkan ke dalam silinder dengan baik dan tepat waktu. Pada motor diesel aliran bahan bakarnya sama seperti motor bensin, yaitu dimulai dari tangki bahan bakar, pompa bahan bakar, filter penyaring, pompa injeksi, pipa tekanan tinggi, dan nozzle. Berikut ini komponen-komponen sistem bahan bakar diesel dan fungsinya:

Tangki Bahan Bakar Diesel

Tangki bahan bakar berfungsi untuk menyimpan atau menampung bahan bakar diesel. Ada berbagai ukuran dan bentuk tangki bahan bakar yang dibuat yang tentunya memiliki maksud dan tujuan tertentu dalam perancangan tangki bahan bakarnya. Kapasitas tangki juga harus cukup untuk menyediakan bahan bakar dalam jarak tempuh tertentu. Bentuk dan ukuran tangki bahan bakar tergantung pada ketersediaan tempat dan kapasitas yang telah dikehendaki.

Tangki bahan bakar harus tertutup supaya kotoran tidak masuk, namun juga harus memiliki ventilasi atau lubang pernafasan dan untuk lubang pengisian bahan bakar diesel (pengganti bahan bakar yang ditentukan). Sehingga pada tangki bahan bakar setidaknya ada tiga buah lubang yaitu lubang untuk mengisi, lubang untuk mengalirkan keluar, dan lubang untuk mengeringkan. Kadang-kadang terdapat lubang untuk saluran kebocoran bahan bakar.

Pompa Bahan Bakar

Pompa bahan bakar berfungsi untuk menghisap bahan bakar diesel dari tangki dan menekannya melalui saringan bahan bakar ke ruang pompa injeksi. Pompa bahan bakar disebut juga pompa pemberi atau pompa pompa pencatu atau pompa pengalir.

Advans Saat Penyemprotan

Advans saat penyemprotan atau penginjeksian berfungsi untuk memajukan saat penyemprotan sesuai dengan putaran motor. bentuk dari advans saat penyemprotan seperti pada gambar di bawah ini:

Filter (Saringan)

Penyaringan bahan bakar pada mesin diesel sangat penting sebagaimana pada mesin bahan bakar bensin. Terlebih bahan bakar diesel cenderung tidak bersih dari kotoran dan partikel ataupun dari air, sedangkan elemen pompa injeksi atau injektor dibuat sangat presisi, sehingga bahan bakar harus benar-benar bersih.

Untuk memisahkan air dari bahan bakar menggunakan water sedimenter yang bekerja berdasarkan sifat gravitasi air sendiri yang lebih besar dari pada bahan bakarnya. Jika air masuk ke dalam elemen pompa maka akan mengakibatkan kerusakan elemen pompa karena korosi dan pengabutannya menjadi terganggu. Untuk mengetahui bahwa air yang ada di dalam sendimenter sudah banyak maka diketahui dari sistem lampu peringatan. Jika volume air di dalam sedimenter sudah cukup banyak yakni > 200 cc maka pelampung akan menghubungkan water switch dengan massa. Akibatnya arus listrik akan mengalir dari baterai ke lampu filter lalu ke massa, sehingga lampu filter akan menyala untuk memberi peringatan pada pengendara bahwa air pada sedimenter harus segera dikeluarkan atau dibuang.

Pompa Injeksi

Pompa injeksi diesel berfungsi untuk menekan bahan bakar dengan tekanan yang cukup melalui elemen pompa. Pompa injeksi bahan bakar berupa pompa injeksi sebaris dan pompa injeksi distributor.
Pompa injeksi sebaris banyak digunakan untuk mesin diesel yang bertenaga besar. Pompa injeksi sebaris memiliki kelebihan bahwa tiap elemen pompa melayani satu silinder mesin. Pompa injeksi sebaris terdiri dari elemen pompa (terdiri dari plunger dan silinder) dan keduanya sangat presisi (celah antara plunger dan silinder sekitar 1/1000 mm). Ada alur diagonal yang disebut alur pengontrol yang merupakan bagian dari plunger yang dipotong pada bagian atas. Alur diagonal ini berhubungan dengan bagian atas plunger oleh sebuah lubang.

Injektor

Injektor bahan bakar kadang disebut juga pengabut atau nozzle. Ada dua tipe injektor pada mesin diesel, yaitu tipe lubang dan tipe pin. Tipe lubang ada 2 jenis yatu lubang satu dan lubang banyak. Tipe pin juga ada 2 jenis yaitu tipe throttle dan tip pintle. Tipe lubang banyak digunakan untuk mesin diesel dengan injeksi langsung (direct injection), sedangkan tipe pin digunakan untuk mesin diesel yang memiliki ruang bakar muka dan ruang bakar pusar. Kebanyakan nosel injeksi model pin adalah jenis throttle yang pada saat permulaan injeksi jumlah bahan bakar

Kebanyakan nosel injeksi model pin adalah yang jenisnya throttle yang pada permulaan injeksi jumlah bahan bakar yang ditekan ke ruang bahan bakar sedikit, tapi pada akhir penginjeksian jumlah bahan bakar dieselnya semakin banyak. Nozzle injeksi ditempatkan dengan pemegang nosel pada mesin yang dapat menentukan jumlah bahan bakar dan mengatur tekanan injeksi. Jarum nozzle ditahan oleh pin pressure dan pegas tekan yang bisa diatur oleh sekerup penyetel sehingga membukanya nozzle bisa disetel.

Governor

Governor berfungsi untuk mengatur perputaran motor dengan jalan mengatur volume bahan bakar yang disemprotkan. Ada dua jenis governor, yaitu governor sentrifugal (mekanis) dan governor pneumatis (vakum).

Demikian artikel tentang komponen-komponen sistem bahan bakar diesel dan fungsinya, semoga dapat bermanfaat dan membantu. 

Komponen dan Cara Kerja Sistem Pelumasan Tekan Pada Kendaraan

Apa jadinya jika kita makan telur rebus tanpa minum air? Kalau satu dua telur masih mending, nah kalau kita makan telur 10 rebus tanpa minum air? Pasti serat bukan rasanya, sehingga mulut kita butuh air untuk melancarkan saluran tenggorokan. Begitupun dengan mesin kendaraan dimana banyak terdapat komponen-komponen yang saling bergesekan, tanpa adanya pelumasan maka akan membuat mesin kendaraan menjadi ‘serat’ dan bisa-bisa menyebabkan kerusakan pada mesin tersebut. Kali ini Guru Otomotif akan bahas seperti apa cara kerja sistem pelumas tekan dan apa saja komponennya.

Kenapa komponen mekanis pada mesin kendaraan yang bergerak ataupun bergesekan harus dilumasi? Karena agar komponen-komponen tersebut tidak aus dan kinerja mesinnya senantiasa tetap terjaga. Dan dengan sistem pelumasan tekan ini diharapkan komponen-komponen yang perlu mendapat pelumasan dapat dilumasi dengan teratur dan merata.

Prinsip Kerja Sistem Pelumasan Tekan Pada Kendaraan


Prinsip kerja pelumasan tekan di kendaraan adalah ketika oli pelumas berada di dalam karter (komponen 1), kemudian oli tersebut masuk melewati filter atau saringan kasar (komponen 2), kemudian oli di pompa oleh pompa penekan (komponen 3) dan melewati lubang-lubang yang terletak di poros engkol sambil melumasi bagian tersebut dan termasuk juga dinding silinder. Sebelum oli ke komponen mesin bagian atas, oli terlebih dahulu masuk ke dalam filter halus (komponen 4) agar oli benar-benar bersih dari kotoran. Tekanan oli akan membuat saklar oli (komponen 5) bekerja sehingga lampu peringatan oli akan padam (yang menandakan bahwa sistem oli bekerja dengan baik dalam melumasi mesin). Setelah itu oli mengalir ke kepala silinder dan melumasi komponen pada kepala silinder, kemudian setelah semua komponen terlewati (dilumasi) maka oli kembali ke karter. Siklus tersebut akan berjalan terus menerus selama mesin dalam keadaan hidup.

Komponen Sistem Pelumasan Tekan Pada Kendaraan

Komponen-komponen sistem pelumasan tekan pada kendaraan sebagaimana dalam gambar di bawah ini:

Karter
Karter adalah tempat untuk menampung minyak pelumas yang selanjutnya akan dibawa atau disirkulasikan ke mesin oleh pompa oli, dan juga untuk tempat pengendapan oli yang kotor.

Saringan Kasar (Oil Screen)
Saringan oli adalah saringan yang dipasang pada saluran masuk pompa, saringan oli berfungsi untuk menyaring benda-benda kasar agar pompa oli tidak rusak.

Pompa Oli
Pompa oli berfungsi untuk menghisap dan menekan minyak pelumas ke komponen-komponen mesin yang memerlukan pelumasan. Pelumas yang dihisap terlebih dahulu disaring pada saringan oli.

Katup Pelepas atau Katup Pengatur Tekanan
Ketika pompa oli digerakkan oleh mesin, maka tekanan oli akan naik, semakin tinggi kecepatan maka tekanan oli akan berlebihan dan hal ini bisa menyebabkan kebocoran pada seal-seal oli. Untuk mencegah hal ini terjadi maka diperlukan semacam pengatur yang dapat menjaga tekanan oli agar tetap konstan tanpa terpengaruh dengan putaran mesin.. komponen yang melakukan tugas ini adalah relief valve. Gambar pengaturan relief valfe dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Saringan Oli
Saringan oli adalah komponen pada sistem pelumas yang berfungsi untuk menyaring kotoran-kotoran halus pada oli agar tidak merusak bearing dan bagian-bagian mesin yang presisi. Saringan ini terkadang dilengkapi dengan katupby pass atau pengaman (by pass valve) yang berfungsi untuk menyalurkan langsung minyak pelumas ke komponen-komponen mesin jika saringan tersumbat.

Saringan oli juga dilengkapi dengan katup antibalik yang fungsinya untuk mencegah oli di dalam saringan tidak mengalir kembali ke dalam karter ketika motor dalam kondisi mati, terutama untuk saringan yang menghadap ke bawah.

Katup By Pass
Katup by pass berfungsi untuk menjamin sistem pelumasan tetap mengalir sewaktu saringan halus tersumbat. Jika filter tidak terbumbat maka aliran oli akan melewati filter, ketika saringan sudah jenuh karena kotoran maka filter akan tersumbat dan tekanan oli akan naik dan memaksa katup by pass membuka. 

Dengan begitu maka oli akan terus mengalir dan melumasi sistem dalam kondisi darurat. Filter oli ini harus diganti secara periodik yakni sekali setiap 2-3 kali penggantian oli, hal ini untuk menjamin kualitas oli selalu bersih.

Sakelar Tekanan
Jika tekanan oli kurang dari yang ditentukan, maka oli tidak akan bersirkulasi dengan baik dan dapat mengakibatkan komponen mesin bermasalah karena tidak dilumasi. Oleh karena itu mesin dilengkapi dengan sistem kontrol untuk tekanan oli. Lampu kontrol peringatan akan menyala jika tekanan oli kurang dari yang ditentukan.

Jika tekanan oli kurang dari 50 kpa/0,5 bar, maka saklar tekanan akan terhubung dengan ground dan lampu peringatan oli akan menyala.
Demikianlah komponen dan cara kerja sistem pelumasan tekan pada kendaraan, semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu sobat Guru Otomotif.