Tampilkan postingan dengan label Tips Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Otomotif. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Juni 2017

Tips Cara Menghilangkan Bintik-Bintik Pada Bodi Mobil

Tips cara menghilangkan bintik-bintik pada bodi mobil – Memang sangat mengganggu pandangan jika ada bintik-bintik pada bodi mobil yang berbentuk lingkaran kecil-kecil pada permukaan cat. Bintik-bintik lingkaran kecil pada bodi mobil ini disebut dengan water spot. Munculnya water spot pada permukaan cat mobil juga dapat menurunkan harga jual mobil tersebut. Bintik-bintik pada bodi mobil tidak muncul begitu saja, tapi ada penyebabnya yaitu air.  Pada beberapa jenis air terlebih di kawasan kota atau pinggir pantai, air lebih berpotensi menimbulkan bintik-bintik pada bodi mobil. Hal ini karena kandungan kalsium dan metalnya tinggi. Ancaman water spot akan semakin tinggi jika air hujan mengandung asam cukup tinggi.

Jika bintik-bintik pada bodi mobil tersebut sudah terlanjur muncul, tentu kita akan berpikir keras bagaimana cara menghilangkannya, hal ini sebagaimana jika kulit wajah kita muncul bintik-bintik entah itu komedo atau jerawat, pasti kita akan berusaha untuk menghilangkannya. Nah pada artikel ini Guru Otomotif akan bahas tips bagaimana cara menghilangkan bintik-bintik pda bodi mobil. Berikut ini caranya:


Langkah yang pertama adalah cuci bodi mobil yang terdapat water spotnya dengan menggunakan air hangat. Lalu bersihkan secara merata mulai dari bodi bagian bawah, engsel lalu ke bagian tepinya. Kemudian cuci mobil dengan sampo khusus yang berbusa rendah. Setelah itu bilas kembali bodi mobil dan lap dengan kain yang jangan kasar, lap hingga benar-benar tuntas. Ingat, jangan menggunakan sampo yang berbusa tinggi untuk mencuci mobil.

Perlu diperhatikan juga tentang pemoles mobil. Banyak pemiliki kendaraan atau mobil yang memoles bodi mobil dengan poles bodi yang berbahan lilin (wax) untuk merawat cat bodi mobilnya. Padahal hal ini dapat merusak cat, jika terlalu sering menggunakan poles bodi yang berbahan lilin maka cat mobil dapat terkikis dan memudar.

Untuk menghindari hal tersebut, hindari produk poles mobil yang mengandung silikon atau amonia silica. Obat poles yang kandungan bahan kimianya dominan justru dapat merusak cat mobil karena bersifat abrasif atau mengikis. Kedua bahan di atas sulit diurai oleh tanah dan air sehingga tidak ramah lingkungan.

Bahan yang baik untuk poles bodi mobil adalah yang berbahan resin yang memiliki kandungan polimer. Bahan polimer berfungsi ganda dan cukup efektif. Selain memberi perlindungan terhadap partikel-partikel yang merusak cat, bahan polimer juga bisa mengkilapkan bodi mobil.

Demikianlah artikel tentang tips cara menghilangkan bintik-bintik pada bodi mobil, semoga bermanfaat.

Minggu, 11 Juni 2017

Tips Aman Mengemudi Mobil Saat Hujan Lebat

Hujan lebat di bulan Desember ini  melanda hampir semua wilayah di Indonesia, kondisi hujan yang sangat lebat dapat mengganggu pandangan pengemudi mobil. Selain membuat pandangan pengemudi tidak jelas, hujan lebat juga dapat mengakibatkan jalanan digenangi oleh air dan menjadi licin. Sehingga resiko terjadinya kecelakaan ketika mengemudi mobil saat hujan lebat semakin tinggi. Hal ini membuat pengemudi mobil dihimbau agar selalu berhati-hati dan meningkatkan konsenstrasi, serta memastikan semua hal yang menunjang keselamatan dalam berkendara dan mengutamakan safety riding selama berkendara. Di artikel ini Guru Otomotif akan membahas tips aman mengemudi mobil ketika hujan lebat.

Tips pertama adalah periksa karet wiper pada mobil apakah masih berfungsi dengan baik atau tidak. Karet wiper berfungsi untuk menyapu air yang menempel pada kaca depan mobil dan terkadang ada mobil yang kaca bagian belakangnya juga dilengkapi dengan wiper.  Jika karet sudah berusia lebih dari satu tahun, maka sebaiknya ganti dengan yang baru. Karena karet wiper yang rusak atau aus tidak dapat menyapu air dengan maksimal, dan ini akan mengganggu pandangan pengemudi mobil.


Tips kedua yaitu periksa ban mobil. Memeriksa ban mobil juga penting dilakukan saat musim hujan seperti memeriksa tekanan angin ban, memeriksa kelayakan ban apakah sudah aus atau masih baik. Hal ini penting dilakukan karena kondisi jalan saat hujan semakin licin dan ini menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan.

Tips ketiga yaitu periksa sistem penerangan mobil, pastikan lampu kepala masih berfungsi dengan normal. Lampu kepala akan membantu pengemudi melihat kondisi jalanan, selain itu sistem penerangan juga membantu pengendara lain agar mengetahui posisi mobil kita. Jika hujan semakin lebat maka lampu hazard dapat digunakan untuk memberi tanda hati-hati kepada pengendara lain.

Tips keempat yaitu jangan pacu kendaraan dengan sangat cepat. Hal ini karena kecelakaan banyak terjadi ketika pengemudi tidak menyesuaikan laju kendaraan saat hujan lebat. Selain itu sobat Guru Otomotif juga sebaiknya menjaga jarak dengan pengendara lain ketika mengemudi mobil saat hujan lebat. Hal ini karena jarak pandang yang buruk membuat pengemudi kehilangan kendali.

Tips kelima adalah waspada terhadap genangan air, karena pengemudi biasanya tidak tahu seberapa dalam genangan air di jalan tersebut. Terutama hindari pinggir jalan karena bisa jadi ada selokan yang tertutup genangan air yang dapat membuat mobil terperosok jika dilewati.


Demikianlah artikel tentang tips aman mengemudi mobil saat hujan lebat, semoga bermanfaat dan mudah dipahami. Terimakasih!

Sabtu, 31 Desember 2016

Pakai 3 Cara Terbaik Ini Agar Aki Mobil Anda Lebih Awet


Aki merupakan bagian penting dari mobil. Adanya aki bisa membuat mesin mobil Anda menyala hingga melaju. Maka jika aki mobil Anda mengalami kerusakan, sudah dipastikan mobil Anda tidak akan bisa menyala apalagi melaju dan mengantarkan Anda pada tempat tujuan yang Anda inginkan. 

Lebih dari itu aki juga berfungsi untuk memaksimalkan kinerja mobil Anda. Karena jika terjadi kerusakan pada aki, mogok atau matinya mesin secara mendadak merupakan akibat yang harus Anda terima. Dengan demikian, pastikan Anda merawat aki mobil Anda, dengan 3 cara terbaik yang bisa membuat aki Anda bertahan lebih lama. 3 cara berikut adalah:


1. Sering Periksa Aki Mobil Anda

Service mobil tentu saja merupakan salah satu perawatan bagi mobil Anda. Dengan demikian, pastikan karyawan dibengkel kepercayaan Anda memeriksa aki Anda dan membersihkan aki secara rutin. Dengan demikian aki tidak akan mudah berkarat dan lebih awet. Lakukan pula pengecekan beban penggunaan aki secara berkala, serta jenis perawatan aki lainnya secara rutin. 

2. Pastikan Aki Di Charge Penuh Namun Tidak Over

Cara merawat aki lainnya yang bisa membuat aki bertahan lebih lama adalah dengan memastikan bahwa aki telah di charge penuh sebelum digunakan. Apalagi jika mobil sudah lama tidak digunakan. Jangan sampai menggunakan mobil dalam keadaan aki belum di charge. Namun, jangan berlebihan pula dalam mengcharge aki mobil Anda. Hal ini justru membuat komponen pada aki lebih mudah rusak. 

3. Rutin Memanaskan Mobil

Cara lain yang bisa dilakukan dalam merawat aki adalah dengan rutin memanaskan aki mobil meski sedang tidak akan digunakan. Dengan demikian ini bisa memperpanjang usia aki. 

4. Matikan Komponen Elektronik Lain Pada Mobil Sebelum Mematikan Mesin Mobil

Sebelum mematikan mesin mobil Anda, pastikan lampu depan, lampu belakang, radio, dll, dalam keadaan mati. Setelah itu baru matikan mesin Anda. Ini juga bisa membantu memperpanjang usia aki Anda

Sebagai peralatan yang memiliki fungsi yang sangat penting, merawat aki tentu saja menjadi satu kewajiban tersendiri bagi Anda pemilik mobil. Apalagi, aki dibandrol dengan harga yang lumayan tinggi, namun jangan sampai melupakan untuk merawat kondisi mobil secara keseluruhan juga. Dengan demikian apabila kamu dapat merawat mobil kamu dengan baik, hal itu sama halnya dengan menghemat uang Anda sendiri.

Selasa, 06 Desember 2016

Berbahayakah jika sering ganti oli mesin kendaraan?

Berbahayakah jika sering ganti oli mesin kendaraan – Oli mesin memiliki peran yang sangat vital bagi kendaraan. Oli mesin berfungsi untuk mencegah terjadinya gesekan antara komponen satu dan lainnya yang bersinggungan, dimana gesekan komponen tersebut dapat menyebabkan keausan. Oleh karena itu pada komponen yang saling bergesekan atau bersinggungan diberi oli agar tidak mudah aus dan untuk mencegah goresan. Oli mesin ibarat minum saat kita makan, tanpa minum kita dapat tersedak saat makan.

Ada beberapa jenis oli berdasarkan fungsinya, oli mesin tidak sama dengan oli kompresor pada sistem AC, dan lain sebagainya. Oli tidak selamanya bisa dipakai, karena oli jika sudah lama dipakai akan kotor dan kekentalannya semakin berkurang, bahkan jumlah oli pun bisa berkurang seiring pemakaian kendaraan. Oli harus diganti secara rutin, biasanya ada spesifikasi tertentu pada oli, misalnya setiap 20.000 km sekali harus diganti oli, atau sebulan sekali diganti oli, dan semua itu tergantung dari jenis oli yang digunakan. Biasanya penggantian oli dilakukan pada saat kita melakukan servis rutin. Dengan penggantian oli maka kinerja kendaraan kita dapat optimal. Dan jika oli tidak diganti sampai oli itu nyaris habis bahkan habis, maka akibatnya sangat fatal. Silahkan sobat Guru Otomotif baca artikel tentang bahaya telat mengganti oli mesin kendaraan.


Ada pemilik kendaraan yang kadang mengganti jenis atau merek oli yang digunakan. Yang hal tersebut menimbulkan pertanyaan, berbahayakah jika kita mengganti merek atau jenis oli? Di artikel ini Guru Otomotif akan membahas dampak sering gonta ganti oli mesin kendaraan.

Perlu diketahui bahwa oli yang terdapat di Indonesia sangat beragam mereknyaa, dari oli jenis mineral sampai full syntetic. Dan karena beragamnya merek oli maka banyak pemilik kendaraan yang mencoba berganti-ganti oli mesin untuk kendarannya.

Menurut salah seorang mekanik bengkel di Jogja, sering ganti oli mesin pada kendaraan itu tidak berhaya. Karena yang penting adalah setiap bulan ganti oli sekali dan perlu diperhatikan kadar kekentalan oli yang digunakan, dan itu harus disesuaikan dengan mesin kendaraannya. Misalnya mesin motor matic harus menggunakan oli matic, dan motor manual harus menggunakan oli manual.

Selain itu, faktor yang membedakan setiap oli adalah kualitasnya, jadi jika kita berganti merek oli maka kualitas oli yang berubah. Sedangkan hal tersebut tidak membahayakan mesin kendaraan selama oli tersebut adalah asli dan resmi dan bukan oli palsu.

Namun menurut Product Deputy Department Head PT Federal Karyatama, yakni Mardiani Indriastuti, bahwa semua oli dari merek-merek oli yang terkenal sebenarnya sudah bagus karena formulanya telah disesuaikan dengan standar yang telah ditetapkan. Namun masing-masing merek oli memiliki formula yang berbeda sesuai dengan keunggulan masing-masing. Jika sering gonta-ganti merek oli maka dikhawatirkan ada perbedaan senyawa yang dapat menimbulkan efek kurang bagus pada mesin kendaraan.

Jika bisa jangan sering ganti-ganti oli mesin kendaraan, namun jikapun ingin mencoba merek-merek oli yang lain sebaiknya lakukan flashing terlebih dahulu, yaitu dengan cara mengganti oli lama dengan merek oli yang baru kemudian hidupkan mesin dan di gas tinggi, lalu buang oli yang baru saja dimasukkan tersebut untuk memastikan sisa-sisa oli lama yang tercampur dengan oli terbaru dapat terbuang semua. Kemudian isi kembali oli yang baru.
Demikianlah artikel tentang berbahayakah jika sering ganti oli mesin kendaraan?, semoga bermanfaat dan mudah dipahami. Silahkan dibagikan.

Bahaya Telat Mengganti Oli Mesin Kendaraan

Bahaya telat mengganti oli mesin kendaraan – Oli atau pelumas berfungsi untuk melumasi komponen-komponen pada mesin yang saling bergesekan. Tujuan dari pelumasan yaitu agar komponen yang bergesekan tersebut tidak terkikis atau cepat aus. Hal ini ibarat ketika kita makan telur namun tidak minum, pasti akan membuat “seret”, nah oli ibarat air minum.

Di dalam mesin kendaraan terdapat banyak sekali komponen yang saling bergesekan, misalnya pada transmisi, piston, dan sebagainya. Komponen-komponen tersebut harus mendapat pelumasan agar tidak cepat aus yang dapat menurunkan kinerja mesin. Pelumas atau oli pun harus rutin diganti karena oli semakin lama digunakan akan semakin turun kadar kekentalannya, bahkan semakin habis karena menguap. Penggantian oli biasanya dilakukan bersamaan dengan servis kendaraan, ada yang 1 bulan sekali, atau setiap 20.000 km sekali, dan sebagainya tergantung pada spesifikasi oli yang digunakan dan juga kendaraannya.


Namun bagi sebagian orang, terkadang lupa dalam mengganti oli entah karena kesibukan atau karena hal lain. Padahal telat mengganti oli dapat menimbulkan dampak pada mesin kendaraan itu sendiri, inilah bahaya telat mengganti oli mesin kendaraan:

Yang pertama adalah mesin akan menjadi kasar, dampak dari telat mengganti olisalah satunya adalah mesin menjadi tidak seperti biasanya, karena lebih kasar. Oli yang berkurang pada mesin juga menyebabkan munculnya getaran pada mesin. Dan jika semakin berkurang maka dampaknya juga semakin parah.

Dampak telat mengganti oli berikutnya adalah mesin menjadi terlalu panas atau overheating  . Hal ini karena fungsi oli sendiri yaitu untuk mendinginkan mesin. Jika kondisi oli sudah jelek atau volume oli hampir habis maka oli tidak dapat mendinginkan komponen-komponen mesin yang bergesekan tersebut, proses pendinginan mesin pun terganggu. Sehingga suhu mesin akan lebih cepat panas. Dan jika dibiarkan terus menerus dapat menimbulkan kerusakan pada kepala silinder yang melengkung dan mengakibatkan motor menjadi mati (istilah dibengkelnya ngancing).

Dampak telat mengganti oli selanjutnya yaitu bahan bakar menjadi boros, hal ini karena gesekan antar komponen pada mesin menjadi kasar dan keras. Ketika gesekan antar komponen pada mesin kasar maka tarikan mesin pun menjadi berat dan membutuhkan konsumsi bahan bakar yang lebih banyak, akibatnya bahan bakar menjadi boros.

Dampak berikutnya dari terlambat mengganti oli adalah performa mesin menjadi berkurang. Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, bahwa ketika oli berkurang maka gesekan antar komponen pada mesin semakin kasar dan keras, maka tenaga yang seharusnya dipindahkan ke roda menjadi berkurang akibat hilang pada gaya gesek, sehingga performa mesinpun akhirnta menjadi turun.

Yang paling parah dampak dari telat mengganti oli adalah mesin akan mati jika oli pada mesin benar-benar habis lantaran jarang di cek atau diganti. Oli yang benar-benar habis membuat permukaan komponen pada mesin menjadi kering, dan jika komponen yang kering tersebut saling bergesekan maka lama kelamaan akan ngancing, piston tidak dapat bergerak. Dan jika semakin di paksa maka dapat merusak komponen mesin seperti setang piston, pena piston, transmisi, dan komponen lain pada mesin. Jika sudah demikian parahnya maka tidak ada yang dapat dilakukan selain turun mesin alias membongkar total mesin kendaraan. Komponen-komponen pada mesin yang rusak kemudian harus diganti. Dengan demikian biaya yang dikeluarkan pun semakin membengkak, karena untuk turun mesin dan untuk mengganti komponen-komponen yang rusak pada mesin.


Dari artikel di atas tentang  bahaya telat mengganti oli mesin kendaraan tentu kita dapat mengambil pelajaran, niatnya menghemat dengan tidak mengganti oli justru ternyata malah boros karena resiko rusaknya mesin semakin besar. Oleh karena itu taatilah rambu-rambu pemakaian kendaraan dan oli mesin. Jika menurut petunjuknya oli harus diganti setiap 5000 kilometer, maka gantilah. Dengan begitu insyaAllah mesin atau kendaraan akan terjaga performanya dan menambah umur pakai kendaraan tersebut. Demikian semoga bermanfaat.

Sabtu, 03 Desember 2016

Peralatan-Peralatan yang Sebaiknya Disediakan Pada Mobil

Peralatan-peralatan yang sebaiknya disediakan pada mobil – Kita tidak pernah tahu apa yang mungkin bisa terjadi ketika mengemudi mobil, terlebih dalam perjalanan jauh. Oleh karena itu sebaiknya sebelum melakukan perjalanan dengan mobil biasakan untuk memeriksa semua kondisi mobil, mulai dari tekanan angin ban, kerja rem, kopling, sistem penerangan, klakson, jumlah bahan bakar, dan sebagainya. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu pengemudi sebaiknya juga membawa ban cadangan dan beberapa alat lain yang tidak kalah pentingnya walaupun disepelekan banyak pengemudi mobil. Apa sajakah alat-alat yang biasa dibutuhkan pada saat darurat dalam perjalanan menggunakan mobil?

Senter
Senter sangat penting untuk dibawa selama perjalanan menggunakan mobil, walaupun di siang hari. Dan tidak perlu senter yang besar, cukup senter kecil model LED yang sebaiknya dibawa. Senter LED dapat tahan lama dan juga praktis. Hal ini untuk membantu jika terjadi gangguan pada kendaraan di malam hari maupun di siang hari, karena di siang haripun senter dapat membantu jika kita melakukan perbaikan pada komponen mesin bagian dalam yang tidak terjangkau cahaya matahari.


Pengukur Tekanan Ban
Pengukur tekanan ban juga penting untuk dibawa, alat ini berfungsi untuk mengetahui tekanan ban. Pengukur tekanan ban juga mudah didapatkan karena tersedia di pasaran.

Peralatan Ganti Ban
Peralatan-peralatan untuk mengganti ban juga penting di bawa, karena walaupun kita membawa ban serep tapi kalau tidak membawa peralatan ganti ban maka sia-sia saja kita membawa ban serep. Peralatan ganti ban diantaranya adalah dongkrak, kunci pas dan ban serep tentu saja.

Segitiga Peringatan
Segitiga peringatan bermanfaat jika sewaktu-waktu mobil yang dikendarai mogok di tengah jalan atau harus berhenti di pinggir jalan, dengan adanya segitiga peringatan maka dapat memberikan tanda kepada pengendara lain agar hati-hati karena keberadaan kita. Selain itu segitiga peringatan juga memantulkan cahaya lampu sehingga sangat membantu di malam hari untuk menghindari resiko ditabrak pengendara lain.

Buku Manual
Buku manual juga penting dibawa karena untuk mencari informasi berkaitan dengan gejala yang dialami mobil, atau untuk mencari informasi berkaitan dengan spesifikasi komponen-komponen mobil yang rusak. Terlebih buku manual mobil saat ini juga tersedia dalam bentuk pdf yang dapat disimpan di dalam hp dan lebih praktis.

Pisau Lipat Sebaguna
Pisau lipat yang ada obeng kecil, dan lain sebagainya juga perlu di bawa. Misalnya untuk mengendorkan atau mengencangkan baut-baut, memotong kabel pada sistem kelistrikan atau penerangan,dan sebagainya.

Sekering Cadangan
Membawa sekering cadangan dalam perjalanan  juga penting. Sekering akan dibutuhkan saat terjadi konsleting pada rangkaian kelistrikan. Namun sekering yang di bawa juga sebaiknya bermacam-macam kapasitasnya, mulai dari 5 hingga 30 ampere. Hal ini karena kapasitas sekering yang digunakan pada mobil berbeda-beda.

Kabel Jumper dan Selotip
Kabel jumper dan selotip sangat berguna jika terjadi troubel pada sistem kelistrikan atau penerangan. Atau bahkan untuk mendeteksi kerusakan pada mesin EFI juga dibutuhkan kabel jumper. Nah kedua alat ini sebaiknya dibawa dalam mobil.

Kotak P3K
Kotak p3k tentunya harus diisi obat-obatan yang biasa diperlukan seperti anti mual, dan sebagainya. Ini penting untuk dibawa apalagi yang membawa anak-anak dalam perjalanan.
Demikianlah artikel tentang peralatan-peralatan yang sebaiknya disediakan pada mobil, semoga bermanfaat. Jika ada tambahan silahkan disampaikan melalui kolom komentar di bawah ini.

Bolehkah Mengisi Radiator Kendaraan Dengan Air Biasa?

Bolehkah mengisi radiator kendaraan dengan air biasa – Beberapa pemilik sepeda motor atau bahkan mobil terkadang lebih memilih menggunakan air biasa dari pada cairan coolant untuk mengisi radiatornya. Alasannya adalah hemat biaya dan lebih praktis karena mudah ditemukan dari pada menggunakan coolant. Dari segi fungsi, radiator adalah komponen pada sistem pendingin yang berfungsi untuk mendinginkan mesin agar mesin selalu berada pada temperatur kerja. Lalu bolehkah mengisi radiator menggunakan air biasa dan bukan coolant? Simak jawabanya pada artikel Guru Otomotif berikut ini.

Air radiator bersirkulasi di dalam sistem pendingin, air radiator bersirkulasi dari pompa radiator, kemudian mengalir ke saluran air radiator di dalam mesin dan melalui selang by pass jika temperaturnya masih berada pada temperatur kerja. Jika temperaturnya meningkat maka air radiator bersirkulasi ke radiator (untuk didinginkan) kemudian kembali ke sistem untuk terus bersirkulasi. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa air radiator selalu bersirkulasi dan berhubungan langsung dengan komponen sistem pendingin. Nah jika air radiator diisi dengan air biasa maka sebetulnya hal itu akan merugikan. Kenapa? Karena air biasa akan memberi dampak buruk pada sistem pendingin itu sendiri, air biasa dapat memunculkan karat pada sistem pendingin. Hal ini karena air biasa tidak mengandung zat anti karat sebagaimana pada coolant.


Selain memunculkan karat, air biasa juga kurang maksimal dalam menghantarkan panas. Sehingga proses pendinginan mesin menjadi kurang maksimal. Mesin akan cepat panas dan jika tetap dibiarkan menggunakan air biasa dapat terjadi dampak buruk yaitu mesin menjadi rusak karena overheating.

Sifat alami air sangat berbeda dengan coolant yang dipakai untuk sistem pendingin. Air adalah zat yang memiliki titik didih 100 derajat celcius. Namun sebelum mencapai titik didih tersebut air sudah menguap sehingga akan cepat habis. Dan sifat tersebut berbeda dengan coolant yang tidak menguap pada suhu tersebut. Sehingga dalam memakai air radiator sebaiknya memiih untuk menggunakan coolant dari pada air biasa. Penggunaan air biasa boleh saja dilakukan namun dalam kondisi mendesak saja, misalnya ketika tidak ada uang (hehe.. becanda). Atau ketika dalam perjalanan air radiatornya habis dan tidak menemukan bengkel. Maka boleh menggunakan air biasa untuk mengisi radiator.

Dalam proses penggantiannya pun semisal sebelumnya menggunakan air biasa dan hendak ganti dengan coolant, sebaiknya radiator dibersihkan dulu dari sisa air atau bekas korosi. Caranya bisa dengan menggunakan cairan pembersih seperti radiator flush. Dengan begitu maka kinerja sistem pendingin dapat maksimal selama tidak ada komponen atau tidak ada kerusakan pada sistem pendingin.

Demikian artikel tentang bolehkah mengisi radiator kendaraan dengan air biasa, semoga bermanfaat dan mudah dipahami. Silahkan bagikan informasi ini melalui tombol share di bawah ini. terimakasih!

Jumat, 02 Desember 2016

Perbedaan Ring Kompresi 1 dan Ring Kompresi 2 Pada Piston Kendaraan

Perbedaan ring kompresi 1 dan ring kompresi 2 pada piston kendaraan – Seorang mekanik harus dapat membedakan ciri-ciri antara ring kompresi satu dan ring kompresi dua pada piston, hal ini karena tak jarang mekanik baik yang sudah pengalaman maupun mekanik baru yang belum tahu atau lupa dalam memasang ring kompresi atas dan ring kompresi bawah. Memang harus teliti dalam membedakan ring kompresi 1 dan 2 agar tidak terbalik. Karena jika terbalik dalam memasang ring kompresi 1 dan ring kompresi 2 dampaknya adalah menurunnya performa mesin kendaraan. Pada motor 4 tak, dampak salah memasang ring kompresi 1 dan ring kompresi 2 dapat menyebabkan motor berasap tebal, karena oli mesin masuk ke ruang bakar dan ikut terbakar bersama campuran bahan bakar dan udara. Oleh karena itu seorang mekanik harus jeli ketika memasang ring kompresi pada piston atau torak.

Bagi yang belum tahu perbedaan ring kompresi satu dan ring kompresi dua, Guru Otomotif akan mencoba menjelaskan perbedaan kedua ring kompresi tersebut berdasarkan konstruksinya. Dari buku automotive encyclopedia, di gambarkan perbedaan kedua ring kompresi tersebut. berikut ini konstruksi atau bentuk ring kompresi 1 dan ring kompresi 2.


Berdasarkan gambar di atas, dapat kita simpulkan bahwa pada ring kompresi 1 bentuk sisi luarnya tumpul, sedangkan pada ring kompresi 2 bentuk sisi luarnya lebih tajam. Dari situlah kita dapat memahami pula seandainya pemasangan ring kompresinya terbalik yaitu ring kompresi 2 dipasang pada ring kompresi 1, maka oli dapat masuk ke ruang bakar. Oleh karena itu ring kompresi yang bentuknya tajam adalah ring kompresi 2 dimana ia dipasangkan di atas ring oli untuk mencegah oli masuk ke ruang bakar.


Sampai di ini paham kan? Semoga artikel tentang perbedaan ring kompresi 1 dan ring kompresi 2 pada piston kendaraan ini dapat dipahami dengan mudah. Jika sobat Guru Otomotif mempunyai tips lain atau cara lain silahkan disampaikan ke kami melalui komentar di bawah ini agar lebih menambah wawasan para pembaca sekalian. Terimakasih

Senin, 28 November 2016

Jangan Mengendarai Motor Dengan Ban Bocor, Ini Dampaknya

Jangan Mengendarai Motor Dengan Ban Bocor, Ini Dampaknya – Kadang kala kita mengalami musibah ketika mengendarai sepeda motor yaitu ban bocor. Masalah ban bocor memang tidak bisa diantisipasi dengan pasti, karena walaupun kita sudah melakukan persiapan semisal mengecek tekanan angin roda atau memeriksa permukaan roda sepeda motor seandainya ada batu kecil yang berpotensi menyebabkan ban bocor pun tetap saja kita mendapatkan musibah ban bocor entah karena tertusuk paku atau terkena benda-benda tajam lain. Dan jika sudah mendapatkan musibah ban bocor, maka tidak ada jalan lain selain membawanya ke bengkel terdekat, entah itu bengkel umum ataupun bengkel tambal ban. Berkaitan dengan ban bocor, kali ini Guru Otomotif  akan membagikan pengalaman berharga yang harapannya ketika sobat Guru Otomotif mengalami ban bocor tidak berakibat fatal.

Biasanya ketika ban sepeda motor kita bocor maka yang dapat kita lakukan adalah membawanya ke bengkel tambal ban atau bengkel umum untuk dilakukan penambalan ban atau penggantian ban. Nah jika jarak bengkel tersebut jauh dari lokasi saat ban kita bocor, atau jika malas menuntun kebanyakan orang akan terpaksa tetap mengendarai sepeda motor tersebut dengan pelan-pelan menuju ke bengkel terdekat. Padahal dampak dari mengendarai sepeda motor yang bannya bocor sangatlah fatal. Lalu apa dampak sepeda motor yang bannya bocor lalu tetap dikendarai walaupun pelan-pelan?


Berdasarkan pengalaman admin Guru Otomotif ketika mengendarai sepeda motor lalu bannya bocor, kemudian karena tergesa-gesa dan karena jarak bengkel tambal ban cukup jauh, maka admin memutuskan untuk mengendarai sepeda motor tersebut dengan sangat hati-hati dan pelan-pelan –karena untuk menghindari rusaknya pelek roda. Dan setelah sampai di bengkel tambal ban terdekat, oleh mekanik penambal ban menunjukkan bahwa ban dalam yang awalnya hanya tertusuk paku menjadi tergores lebar sehingga sobekannya menganga. Ketika goresan paku tersebut menjadi lebar maka otomatis tidak bisa dilakukan penambalan, jika sudah demikian maka pilihannya hanya satu yaitu mengganti ban dalam roda sepeda motor dengan yang baru.

Masih penasaran kenapa penyebabnya, ternyata luka goresan yang lebar pada ban dalam tersebut diakibatkan oleh tusukan paku pada ban dalam roda yang tetap dikendarai. Hal ini karena tekanan ban dan juga gerakan rotasi ban saat kita kendarai mengakibatkan paku yang menusuk ban menjadi menggores ban dalam tersebut. Itulah kenapa saat kita mengalami musibah ban bocor pada sepeda motor maka sebaiknya jangan kita kendarai sepeda motor tersebut sebagaimana biasanya. Selain dapat membuat luka tusukan semakin lebar, dengan mengendarai sepeda motor yang bannya bocor juga dapat mengakibatkan pelek roda sepeda motor kita menjadi rusak (tidak berbentuk bulat lagi), hal ini karena konstruksi pelek yang rigit. Dan fungsi dari ban dalam sendiri adalah untuk mengurangi tekanan antara roda dengan permukaan jalan. Ketika fungsi dari ban dalam tersebut hilang (yakni ketika ban bocor) maka otomatis tekanan roda terhadap permukaan jalan menjadi besar dan pelek tidak mampu menahan itu, karena biasanya yang menahan adalah ban dalam yang berisi angin.

Nah sobat Guru Otomotif, jika anda juga mengalami ban bocor ketika mengendarai sepeda motor, maka sebaiknya tuntun (bawa sepeda motor tersebut) dengan berjalan kaki, dan jangan dikendarai karena kedua resiko di atas dapat anda alami juga. Jika sudah demikian maka tentu anda semakin rugi bukan? Karena harus mengganti ban dalam atau bahkan mengganti pelek roda –dibandingkan dengan hanya menambal ban. Semoga pengalaman ini bermanfaat untuk kita semua, jika sobat pernah mengalami hal yang sama atau bahkan lebih yuuk share di sini, bagikan pengalaman anda. Terimakasih, silahkan dishare.

Selasa, 25 Oktober 2016

Cara Cek Mesin EFI Mati Karena Pompa Bahan Bakar Mati

Pernahkah sobat mengalami mesin EFI nya mati padahal semua businya masih berfungsi dengan baik? Nah kali ini Guru Otomotif akan menceritakan pengalaman berkaitan dengan mesin EFI yang mati karena pompa bahan bakar. Jadi ceritanya ketika engine stand yang akan digunakan untuk praktikum siswa mengalami trouble atau masalah yaitu tidak mau hidup. Jika seperti ini sebaiknya cara mendiagnosisnya dengan hal-hal yang sederhana seperti menentukan apakah ada ketiga unsur yang menjadi syarat pembakaran, yaitu adanya bahan bakar, api, dan udara serta waktu yang tepat. Pertama yang kami lakukan saat itu adalah menstarter engine stand dan melihat pada intake yang sepertinya tidak ada bahan bakar setelah dicek dengan menggunakan tangan ketika distarter. Dan untuk meyakinkannya kami coba memancingnya dengan meneteskan bahan bakar ke majun atau kain dan ditempelkan pada intake, sesaat mesin EFI mau menyala dan sebentar kemudian mesin mati kembali, sehingga kita semakin curiga bahwa yang bermasalah adalah pada sistem bahan bakarnya yang tidak sampai ke ruang bakar. Karena sistem pengapian tidak bermasalah yang dapat dibuktikan dengan mesin yang hidup ketika dipancing dengan tetesan bahan bakar pada majun.

Lalu bagaiamana cara mencari tahu letak troubelnya yang pasti dan bagaimana cara memperbaikinya? Nah jika sobat mengalami masalah yang sama dan telah memastikan letak masalahnya ada pada sistem bahan bakar, maka sebaiknya sobat periksa dan cek komponen-komponen bahan bakar pada mesin EFI berikut ini:


Cek Pompa Bahan Bakar

Cara yang paling mudah dan sederhana adalah dengan memeriksa kerja pompa bahan bakar, yaitu cukup dengan meng-ON-kan kunci kontak, kemudian apakah ada suara pada tangki bahan bakar (suara pompa bahan bakar) dan rasakan adanya getaran pada tangki bahan bakar sebagai tanda terjadi pemompaan bahan bakar. Jika tidak maka artinya pompa bahan bakar bermasalah. Kemudian cara cek pompa bahan bakar lainya yaitu dengan menghubungkan (menjumper) terminal IG positif  dn terminal fuel pump atau FP pada soket diagnosis EFI. jika bingung mana terminal positif IG dan FP, lihatlah pada tutup kotak diagnosis karena biasanya ditulis lengkap di sana. Setelah di cek dan jika tidak ada tanda-tanda seperti tadi berarti pompa bahan bakar bermasalah.

Cek Bahan Bakar Apakah Sampai ke Ruang Bakar

Langkah yang mudah selanjutnya adalah memastikan apakah bahan bakar atau bensin masuk ke ruang bakar atau tidak, tentu bukan dengan cara membuka ruang bakarnya, cukup perhatikan pada intakenya (seperti karburator di mesin konvensional), jika kering maka artinya bahan bakar atau bensin tidak sampai ruang bakar, cobalah buka salah satu sambungan pada selang bahan bakar, dan ON-kan kunci kontaknya. Jika bensin tidak menyemprot maka artinya bahan bakar tidak dipompa. Maka ada beberapa kemungkinan misalnya: pompa bahan bakar rusak, saringan pada bahan bakar kotor, selang bahan bakar ada yang buntu atau tersumbat, soket-soket atau sistem kelistrikan bahan bakar terputus atau ada yang tidak terhubung. Dan lainnya.

Cek Fuse atau Sekering

Cek fuse atau sekering yang terdapat pada kotak sekering dan biasanya ada di sebelah relay. Pastikan semua sekering masih normal dan tidak ada yang putus.


Cek Relay Pompa Bahan Bakar

Relay pompa bahan bakar letaknya ada di kotak relay dan ada salah satu kabel relay yang terhubung dengan pompa bahan bakar, cek kerja relay dengan cara menghubungkan terminal 85 ke positif dan terminal 86 ke negatif baterai. Pastikan relay masih bisa aktif dengan tanda biasanya bunyi ‘cetik’ atau bunyi kontak relay terhubung. Jika demikian maka relay masih normal dan masalahnya bukan pada relay.

Cek Kabel-Kabel Sistem Bahan Bakar

Periksa kabel-kabel yang menghubungkan pompa bahan bakar hingga ke relay dengan multimeter. Jika tidak ada yang eror alias masih terhubung semua, maka langkah selanjutnya bukalah pompa bahan bakar dengan cara melepas mur-mur pengikat pompa bahan bakar pada tangki bahan bakar. Di sana ada terminal positif dan negatif, periksa juga kerja pompa bahan bakar secara langsung dengan cara menghubungkan terminal positif ke positif baterai dan terminal negatif ke negatif baterai. Jika pompa bahan bakar tidak bekerja memompa alias diam maka dapat di pastikan pompanya bermasalah.


Perhatikan Kondisi Pompa Bahan Bakar

Yang tidak kalah penting yaitu perhatikan kondisi fisik pompa bahan bakar, apakah kotor atau tersumbat oleh kotoran atau bersih. Buka pula selang-selang pada pompa bahan bakar. Dan tiup untuk memastikan selang-selang tidak ada yang tersumbat.


Nah setelah di hubungkan dengan baterai secara langsung pun menunjukkan bahwa pompa bahan bakar tidak memompa, maka langkah terakhir yaitu lakukan penggantian pompa bahan bakar injeksi. Karena dapat dipastikan bahwa pompa bahan bakarnya sudah tidak berfungsi dengan baik alias sudah rusak. Setelah ganti pompa bahan bakar yang baru, cek terlebih dahulu dengan cara menghubungkan terminal positif pompa bahan bakar ke terminal positif baterai, dan menghubungkan terminal negatif pompa bahan bakar ke terminal negatif baterai. Dan jika pompa bekerja yaitu memompa maka langsung saja pasang kembali ke dalam tangki bahan bakar.


Sebagai catatan, ketika kami melakukan penggantian, ternyata model soketnya tidak sama, terminal positif ternyata negatif dan terminal negatif pompa ternyata positif, akibatnya pompa tidak memompa bahan bakar justru menyedot bahan bakar. Maka langsung potong saja kabel terminalnya dan ganti sesuai dengan positif dan negatifnya. Maka dari itu untuk memastikan bahwa pompa benar-benar bekerja adalah dengan memasangnya kembali ke dalam tangki bahan bakar (jenis pompanya adalah pompa bensin yang direndam di dalam tangki bahan bakar) ke dalam tangki bahan bakar. Lalu hubungkan terminal positif pompa bahan bakar ke positif baterai dan sebaliknya seperti penjelasan di atas. Kemudian ON-kan mesin dan bahan bakar akan menyemprot melalui selang bahan bakar, maka artinya pompa bahan bakar tidak ada masalah.

Jika demikian maka pasang kembali pompa dan selang-selangnya jangan sampai ada yang ketinggalan. Jika semua sudah terpasang dengan baik, cobalah ON-kan lagi kunci kontaknya, dan pastikan pompa bahan bakar bekerja dengan baik dengan adanya suara pompa pada tangki bahan bakar. Lalu hidupkan mesin. Dan sukses....

Itulah cara cek mesin EFI mati karena pompa bahan bakar, semoga dapat membantu, dan jika dari sobat ada solusi lain silahkan dishare lewat komentar di bawah ini yaa..

Senin, 12 September 2016

Bensin Motor Tiba-Tiba Boros, Cek Komponen Berikut Ini!

Beberapa hari yang lalu motor saya mengalami keanehan yaitu konsumsi bensinnya tiba-tiba boros, hal itu terjadi setelah motor dipakai perjalanan jarak jauh, dari Pekalongan Jawa Tengah ke Yogyakarta.  Memang sebelumnya tidak ada rasa curiga apa-apa, namun semakin lama semakin terasa borosnya. Dari analisis saya ada beberapa komponen atau hal yang mungkin saja menjadi penyebab borosnya motor saya secara tiba-tiba, walaupun pada akhirnya saya menemukan penyebabnya, namun kemungkinan-kemungkinan lain tersebut tetap akan saya share di sini karena barangkali sobat Guru Otomotif mengalaminya. Baiklah berikut ini beberapa hal yang menjadi penyebab bensin motor tiba-tiba boros yaitu:

Filter Udara Karburator Tersumbat

Filter udara atau saringan udara adalah komponen yang berfungsi untuk menyaring udara sebelum udara tersebut disalurkan ke karburator. Filter udara yang kotor menyebabkan udara tidak dapat masuk secara optimal ke dalam karburator atau dengan kata lain udara yang masuk lebih sedikit, dengan demikian karburator akan sulit dalam mencapai stoikiometrik. 


Cara mengatasinya adalah dengan membersihkan filter udara tersebut dengan menyemprotnya menggunakan udara bertekanan dari arah dalam ke luar, jangan terbalik.

Pelampung karburator bermasalah

Pelampung karburator berfungsi untuk mengontrol jumlah bahan bakar yang masuk ke dalam mangkok karburator, sehingga jika pelampung tersebut bermasalah maka bahan bakar yang masuk tidak terkontrol lagi dan berakibat karburator banjir, dengan demikian bahan bakar akan menjadi boros.


Cara cek pelampung adalah dengan memastikan bahwa jarum pelampung dapat menutup saluran bahan bakar dengan sempurna, kemudian engsel pelampungnya juga dapat bekerja menaik-turunkan pelampung.

Sistem Chooke Tertutup Terus

Sistem choke biasanya terletak di stang sepeda motor bagian kiri, choke jika dalam posisi aktif akan menutup saluran venturi pada karburator yang berarti akan mengurangi jumlah udara yang masuk ke dalam manifold, sehingga campuran bensin dan udara menjadi kaya. Sistem choke sebenarnya berguna pada saat kita menghidupkan sepeda motor dipagi hari, dalam kondisi mesin masih dingin (belum mencapai suhu kerja mesin) maka diperlukan bensin yang lebih banyak.

Klip Jarum Skep Tidak Pas

Klip pada jarum skep berfungsi untuk menyetel seberapa tinggi jarum skep dapat terangkat, semakin tinggi skep maka akan semakin banyak bensin yang dihisap melalui mekanisme venturi karburator. Pada jarum skep ada alur klip sebagai penahan jarum yang biasanya ada 5 buah alur. 


Cara stelnya yaitu posisikan klip skep pada alur bagian teratas, dengan demikian jarum skep tidak terangkat terlalu tinggi. Dan begitupun sebaliknya jika posisi klip jarum skep berada pada alur terendah atau paling bawah maka jarum skep akan terangkat semakin tinggi.

Lubang Spuyer Sudah Aus

Keausan yang terjadi pada lubang spuyer (main jet dan pilot jet) mengakibatkan lubang kedua saluran tersebut bertambah besar, sehingga bahan bakar atau bensin yang masuk ke dalam silinder semakin banyak dari biasanya.


Cara memperbaikinya adalah dengan mengganti spuyer atau main jet dan pilot jet tersebut dengan yang baru.

Rem Menekan Terus

Selain beberapa masalah pada komponen karburator di atas, konsumsi bahan bakar motor menjadi boros juga bisa diakibatkan karena rem yang menekan terus menerus, sehingga laju kendaraan semakin berat dan diperlukan tenaga yang lebih besar lagi. Konsumsi bahan bakarpun menjadi boros. Karena itu lakukan pengecekan pada kampas rem apakah menekan atau tidak.

Tekanan Ban Kurang Dari Spesifikasi Motor

Tekanan ban yang kurang dari spesifikasi juga menjadi salah satu penyebab bensin menjadi lebih boros meskipun tidak terlalu dirasakan. Tekanan ban yang kurang akan menyebabkan laju motor juga terhambat, dalam kasus ini hampir sama dengan rem yang menekan terus menerus, yakni mesin memerlukan tenaga yang lebih dihasilkan tenaga yang sama dalam keadaan normal, sehingga –walaupun tidak begitu dirasakan- bensin akan menjadi lebih boros.

Celah Busi Terlalu Renggang Atau Busi Kotor

Yang terakhir ini seperinya tidak berhubungan, sama seperti saya. Pada mulanya saya tidak menyangka jika celah busi terlalu renggang atau busi sudah kotor berdampak pada bensin yang menjadi boros. Berdasarkan pengalaman saya beberapa hari yang lalu, masalah motor yang tiba-tiba menjadi boros ternyata diakibatkan oleh busi yang sudah kotor dan celahnya terlalu renggang. Karena semenjak motor menjadi lebih boros saya sudah melakukan servis dengan membersihkan dan mengecek semua komponen pada karburator dan rem sesuai dengan tips di atas, namun motor masih tetap boros. Lalu kenapa celah busi renggang atau busi kotor bisa menyebabkan motor menjadi boros?


Kita tahu bahwa kualitas pembakaran bensin dan udara yang baik salah satunya ditentukan oleh kualitas pengapian yang dalam hal ini dilakukan oleh busi, jika pengapiannya buruk maka akan mempengaruhi kualitas pembakaran pada ruang pembakaran, pembakaran yang tidak optimal akan mengakibatkan tenaga yang dihasilkan berkurang. Kemudian agar dihasilkan tenaga yang sama –dalam kondisi normal- maka diperlukan bahan bakar yang lebih. Ibaratnya gini, dalam kondisi normal si A sehari makan 3 kali agar dapat berjalan ke sekolah, namun karena kondisi luar biasa yakni businya atau pengapiannya bermasalah, maka si A membutuhkan makan 5 kali untuk dapat berjalan ke sekolah, di situlah letak borosnya. Dan hal itu pula yang menyebabkan motor saya boros kemarin. Setelah diganti businya –setelah servis lengkap tentunya- hasilnya mak jrengg... irit lagi.

Mungkin ini dulu sedikit curhatan dari admin tentang Bensin Motor Tiba-Tiba Boros, Cek Komponen Berikut Ini!, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita. Salam Otomotif!