Rabu, 21 September 2016

Cara Kerja Sistem AC dan Sirkulasi Freon AC Pada Kendaraan

Sistem AC (Air Conditioner) adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengkondisikan udara. Dalam hal ini udara yang dikondisikan adalah udara pada ruang kabin mobil. Sistem AC tidak hanya berfungsi untuk mendinginkan udara saja sebagaimana anggapan banyak orang. Lalu apa fungsi lain dari sistem AC? selain mendinginkan udara, sistem AC pada kendaraan juga berfungsi untuk menghangatkan udara (­heater), untuk membersihkan udara, dan untuk mensirkulasikan udara di dalam kabin melalui blower. Nah oleh karena kita berada di negara Indonesia yang tidak memiliki musim salju sebagaimana di negara-negara empat musim, maka fungsi penghangat atau ­heaterbiasanya tidak digunakan.


Adanya sistem AC di dalam mobil akan semakin menambah kenyamanan pengguna mobil tersebut, terlebih bagi mereka yang tinggal di daerah perkotaan yang udaranya panas menyengat dan sering terjadi kemacetan. Namun taukah bagaimana sebenarnya cara kerja sistem AC atau bagaimana sirkulasi freon di dalam sistem AC sehingga bisa menghasilkan udara dingin?  Namun sebelum kita bahas bagaimana cara kerjanya sistem AC, terlebih dahulu kita bahas apa saja komponen-komponen sistem AC tersebut.

Komponen Sistem AC Pada Kendaraan

Sistem AC memiliki beberapa komponen diantaranya:
  1. Kompresor, berfungsi untuk memompa freon agar dapat bersirkulasi ke sistem AC.
  2. Kondensor, berfungsi untuk menyerap panas atau kalor pada freon atau bisa dikatakan juga bahwa kondensor berfungsi untuk mendinginkan freon.
  3. Receiver Dryer, berfungsi untuk menampung freon sementara dan menyaringnya dari uap air dan kotoran, serta berfungsi untuk melihat aliran freon melalui gelas kaca yang terletak di kepala receiver dryer.
  4. Katup Ekspansi, berfungsi untuk mengabutkan freon agar berubah bentuk dari cair menjadi uap freon.
  5. Evaporator, berfungsi untuk menyerap panas udara di sekitar evaporator oleh freon.
  6. Blower, berfungsi untuk menyemburkan atau menghembuskan udara yang telah diserap panasnya oleh evaporator (udaranya menjadi dingin) ke kabin kendaraan.

Secara lebih detail komponen sistem AC tersebut di atas akan dibahas pada artikel sendiri, jadi tetap simak Guru Otomotif terus yaa.

Cara Kerja atau Sirkulasi Sistem AC Pada Kendaraan

Sistem AC dapat berfungsi secara nornal jika semua komponen pada sistem AC dapat bekerja dengan baik dan benar. Selain komponen di atas, sistem AC juga tidak dapat berfungsi dengan baik jika di dalam sistem AC tidak terdapat cairan freon atau refrigerant, apa itu freon? Freon atau refrigerant adalah cairan yang berada di dalam siklus AC yang dapat menyerap kalor atau panas udara dan melepaskan (panas) kembali ke udara luar. Nah adapun cara kerja sistem AC adalah sebagai berikut:


Dari gambar di atas, sirkulasi AC dapat dijelaskan sebagai berikut: Freon atau refrigeran di dalam kompresor di pompa sehingga tekanan dan suhunya naik, kemudian freon terus mengalir dan masuk ke dalam kondensor. Di dalam kondensor, freon diserap panasnya oleh kipas yang terpasang dibelakang kondensor. Bentuk kondensor yang memiliki sirip-sirip seperti pada radiator memudahkan terjadinya pelepasan panas pada freon. Di kondensor ini freon berubah bentuk menjadi cair karena panasnya terlepas.


Selanjutnya freon mengalir ke receiver dryer, di receiver dryer kemudian freon disaring sehingga kotoran dan uap airnya tertinggal di receiver dryer. Aliran freon juga dapat dilihat melalui gelas kaca di kepala receiver dryer ini, jika tidak terlihat gelembung-gelembung ketika AC bekerja maka dapat dipastikan tidak ada freon atau freon tersebut habis.



Selanjutnya freon mengalir ke katup ekspansi, bentuk dari katup ekspansi ini memiliki lubang keluar yang lebih sempit dari pada lubang masuknya sehingga freon dapat dikabutkan. Hal ini seperti kerja injektor atau selang cucian motor. Melalui katup ekspansi inilah freon diubah bentuknya dari cair menjadi uap freon untuk selanjutnya uap freon tersebut di salurkan ke evaporator.


Di dalam evaporator, freon yang berbentuk uap freon oleh karena temperaturnya rendah maka freon tersebut menyerap panas udara di sekitar evaporator. Sehingga udara disekitar evaporator tersebut menjadi dingin (karena kalor atau panasnya diserap oleh freon pada evaporator). Selanjutnya udara dingin disekitar evaporator tersebut dihembuskan oleh blower yang terletak di belakang evaporator ke kabin mobil atau kendaraan. Dengan demikian udara di kabin mobil menjadi dingin.
Selanjutnya freon mengalir kembali ke kompresor, dan proses sirkulasi freon terulang terus menerus selama sistem AC bekerja dengan baik. Demikianlah artikel tentang cara kerja sistem ac dan sirkulasi freon ac pada kendaraan, semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita tentang otomotif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar